UKM Terjepit, Regulasi Modern di Tasikmalaya Dinilai Longsor

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya, M. Sabiq Awalin

Sekretaris Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya, M. Sabiq Awalin

TASIKMALAYA, newsline.id -Menjamurnya ritel modern di Kota Tasikmalaya kembali menuai sorotan. Alih-alih bersinergi dengan pasar tradisional, keberadaan minimarket seperti Alfamart dinilai semakin menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di lapangan, ditemukan indikasi pelanggaran aturan zonasi dan perizinan yang berpotensi menimbulkan ketimpangan ekonomi.

Sekretaris Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya, M. Sabiq Awalin, menilai maraknya gerai Alfamart yang berdiri dekat dengan pasar tradisional bukan sekadar persoalan persaingan dagang, melainkan bentuk pelanggaran terhadap regulasi.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 sudah jelas mengatur bahwa pendirian toko modern wajib memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta jarak dengan pasar tradisional,” jelasnya, Selasa (10/2/2026).

Sabiq menambahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya sebenarnya telah memiliki instrumen hukum berupa Perda Nomor 1 Tahun 2014, yang menetapkan jarak minimal pendirian minimarket sekitar 1 kilometer dari pasar tradisional. Aturan ini dibuat untuk mencegah persaingan tidak sehat dan menjaga keberlangsungan pedagang kecil.

“Faktanya, ada gerai Alfamart yang berdiri jauh di bawah jarak minimal tersebut. Ini pelanggaran nyata terhadap Perda. Seharusnya ada sanksi administratif berupa pembatalan atau pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Selain soal jarak, Sabiq menyoroti minimnya kontribusi ritel modern terhadap pemberdayaan UMKM lokal. Sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2014 dan Permendag Nomor 70 Tahun 2013, toko modern diwajibkan menjalin kemitraan serta memfasilitasi pemasaran produk UMKM. Namun, menurutnya, hal itu belum berjalan optimal.

“Kita jarang melihat produk UMKM Tasikmalaya dipajang dengan layak di gerai-gerai tersebut. Artinya, keberadaan mereka belum memberi manfaat nyata bagi ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Operasional gerai yang melanggar zonasi ini, lanjut Sabiq, telah menabrak tiga aturan sekaligus: Perpres RI No. 112 Tahun 2007 Pasal 4, Perda Kota Tasikmalaya No. 1 Tahun 2014, dan Permendag No. 70 Tahun 2013.

Menutup keterangannya, Sabiq mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perizinan ritel modern.

“Penegakan aturan bukan berarti anti-investasi. Namun, kita ingin memastikan adanya keadilan ekonomi. Jangan sampai regulasi seolah ‘libur’ saat rakyat kecil berjuang bertahan di tengah kepungan korporasi besar. Pemerintah harus bertindak tegas demi melindungi pasar tradisional dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi Tasikmalaya,” pungkasnya.

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka
Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Proyek Gedung Dukcapil Syarat Penyimpangan: Kepala Bidang Bangunan DPUTRLH Tasikmalaya Diduga Menghindar dari Media
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA