Wakil Wali Kota Bogor Kecam Sikap Arogan Pegawai RSUD terhadap Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Wakil Wali Kota Bogor, Zaenal, angkat bicara terkait insiden pelayanan arogan yang dilakukan salah satu pegawai RSUD Kota Bogor terhadap awak media. Dalam pesan suara yang diterima redaksi pada Sabtu (4/10/2025), Zaenal menyampaikan keprihatinan mendalam atas perlakuan tidak pantas yang diterima jurnalis saat membantu rekan mereka mendapatkan akses pengobatan.

“Saya sangat prihatin dengan peristiwa ini. Saya sudah minta jajaran direksi menelusuri kasusnya dan memberikan laporan lengkap,” ujar Zaenal.

Zaenal menilai, komentar bernada sinis yang dilontarkan oleh oknum pegawai RSUD tidak mencerminkan etika pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa rumah sakit milik pemerintah adalah fasilitas yang dibiayai oleh uang rakyat dan seharusnya melayani semua kalangan dengan empati dan rasa hormat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Oknum yang mengeluarkan ucapan arogan itu jelas khilaf, tapi tetap tidak bisa dibenarkan. RSUD adalah institusi pelayanan publik yang dibiayai uang rakyat. Maka, tidak boleh ada sikap dan ucapan yang menyakiti hati rakyat, baik itu PWRI, media, maupun masyarakat biasa,” tegasnya.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (3/10/2025) ketika sejumlah jurnalis mendatangi RSUD Kota Bogor untuk membantu pimpinan redaksi Detiksatu.com yang sedang dirawat dan mengalami kendala biaya. Meski awalnya disambut baik, awak media mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu pegawai saat diarahkan ke ruang Sekretaris Direktur.

Alih-alih memberikan bantuan, pegawai tersebut justru melontarkan komentar sinis: “Kalau satu bendera media saja minta pembebasan biaya, rumah sakit bisa bangkrut.” Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai ucapan itu merendahkan profesi jurnalis dan mencerminkan buruknya etika pelayanan publik.

Zaenal menambahkan bahwa seluruh aparatur pelayanan publik, termasuk di lingkungan RSUD, wajib menjaga sikap dan komunikasi selama menjalankan tugas atas nama rakyat.

“Selama Anda bekerja atas nama rakyat, menggunakan biaya dari rakyat, maka jagalah segala attitude, segala narasi. Harus betul-betul menjaga komunikasi yang baik dan pelayanan yang prima. Hal lain saya rasa bisa didiskusikan, tidak perlu mengeluarkan kalimat-kalimat yang melukai hati dan perasaan masyarakat,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Kota Bogor belum memberikan keterangan resmi. Publik kini menanti langkah konkret dari rumah sakit dalam menyikapi kasus tersebut.

Penulis : Wandi Azis

Editor : Chandra F Simatupang

Berita Terkait

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu
Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung
Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:33 WITA

Terjadi di Tasikmalaya, Dapur SPPG Karang Mukti Buang Limbah Sembarangan Picu Reaksi Warga, Ini Tanggapan PAC PP Salawu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:33 WITA

Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Sulit Ditemui dan Dihubungi, Pengadaan Barang Miliaran Rupiah Tahun 2025 Belum Rampung

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Berita Terbaru