Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Wakil Wali Kota Bogor, Zaenal, angkat bicara terkait insiden pelayanan arogan yang dilakukan salah satu pegawai RSUD Kota Bogor terhadap awak media. Dalam pesan suara yang diterima redaksi pada Sabtu (4/10/2025), Zaenal menyampaikan keprihatinan mendalam atas perlakuan tidak pantas yang diterima jurnalis saat membantu rekan mereka mendapatkan akses pengobatan.
“Saya sangat prihatin dengan peristiwa ini. Saya sudah minta jajaran direksi menelusuri kasusnya dan memberikan laporan lengkap,” ujar Zaenal.
Zaenal menilai, komentar bernada sinis yang dilontarkan oleh oknum pegawai RSUD tidak mencerminkan etika pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa rumah sakit milik pemerintah adalah fasilitas yang dibiayai oleh uang rakyat dan seharusnya melayani semua kalangan dengan empati dan rasa hormat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oknum yang mengeluarkan ucapan arogan itu jelas khilaf, tapi tetap tidak bisa dibenarkan. RSUD adalah institusi pelayanan publik yang dibiayai uang rakyat. Maka, tidak boleh ada sikap dan ucapan yang menyakiti hati rakyat, baik itu PWRI, media, maupun masyarakat biasa,” tegasnya.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat (3/10/2025) ketika sejumlah jurnalis mendatangi RSUD Kota Bogor untuk membantu pimpinan redaksi Detiksatu.com yang sedang dirawat dan mengalami kendala biaya. Meski awalnya disambut baik, awak media mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu pegawai saat diarahkan ke ruang Sekretaris Direktur.
Alih-alih memberikan bantuan, pegawai tersebut justru melontarkan komentar sinis: “Kalau satu bendera media saja minta pembebasan biaya, rumah sakit bisa bangkrut.” Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai ucapan itu merendahkan profesi jurnalis dan mencerminkan buruknya etika pelayanan publik.
Zaenal menambahkan bahwa seluruh aparatur pelayanan publik, termasuk di lingkungan RSUD, wajib menjaga sikap dan komunikasi selama menjalankan tugas atas nama rakyat.
“Selama Anda bekerja atas nama rakyat, menggunakan biaya dari rakyat, maka jagalah segala attitude, segala narasi. Harus betul-betul menjaga komunikasi yang baik dan pelayanan yang prima. Hal lain saya rasa bisa didiskusikan, tidak perlu mengeluarkan kalimat-kalimat yang melukai hati dan perasaan masyarakat,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Kota Bogor belum memberikan keterangan resmi. Publik kini menanti langkah konkret dari rumah sakit dalam menyikapi kasus tersebut.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Chandra F Simatupang









