Warga Papayan Gugat Transparansi Dana BUMDes: Miliaran Rupiah Hilang Tak Bertuan?

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga protes soal anggaran BUMDes (*).

Ilustrasi warga protes soal anggaran BUMDes (*).

TASIKMALAYA, newsline.id – BUMDes Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya yang berdiri sejak 2016 digadang-gadang jadi “mesin uang” desa, kini justru jadi bahan omongan warga. Modal awal lebih dari Rp1 miliar, tapi sampai 2024, hasilnya? Nihil. Transparansi dana? Gelap gulita.

AgriCamp: Ada di Laporan, Tak Ada di Lapangan

Program AgriCamp disebut-sebut dapat suntikan modal Rp60 juta. Tapi pengelola BUMDes malah bilang tak pernah terima apalagi keluarkan duit untuk itu. Laporan bilang ada, pengelola bilang tidak ada. Warga pun makin curiga: uangnya mampir ke mana?

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modal Jumbo, Untung Tak Kelihatan

BUMDes Papayan dirancang untuk urusan bawang, sapi, sampai kerja sama swasta. Tapi warga bilang hasilnya cuma angin lalu.

“Jangankan untung, modal saja tak balik. Warga jadi hilang kepercayaan,” kata DN, warga setempat. Salasa (3/3/2026).

Sosialisasi Minim, Warga Cuma Jadi Penonton

Musyawarah desa? Katanya ada, tapi warga jarang diajak. Tokoh masyarakat, pemuda, bahkan unsur agama merasa ditinggalkan. Nama Direktur BUMDes 2019–2024, Apandi, pun jadi sorotan. Warga mendesak: buka buku kas, jangan cuma janji manis.

“Kami cuma ingin tahu, uang segitu larinya ke mana,” ujar seorang warga.

Klarifikasi Setengah Hati

Sekdes Papayan, Endang Mulyana, mengaku dana Rp60 juta dipakai beli alat dan bibit pertanian. Tapi soal dana 2016–2024, ia lempar bola ke kepala desa. “Kalau 2025 dipakai untuk peternakan, tapi periode sebelumnya, Pak Kuwu yang tahu,” katanya.

Kini warga mendesak laporan keuangan BUMDes dibuka terang-benderang. Dana miliaran rupiah harus jelas juntrungannya.

“BUMDes seharusnya bikin warga sejahtera, bukan bikin warga curiga,” tegas mereka.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur BUMDes periode 2019–2024 maupun kepala desa belum buka suara. Warga masih menunggu, sambil bertanya-tanya: apakah BUMDes Papayan jadi motor ekonomi, atau sekadar mesin kabut?

Penulis : C2P

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Antisipasi Keracunan MBG, Padakembang Perketat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah
Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah
Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:36 WITA

Antisipasi Keracunan MBG, Padakembang Perketat Pengawasan dari Dapur hingga Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 14:16 WITA

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:16 WITA

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA