Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Warga RW 01 dan RW 03 Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menunjukkan antusiasme tinggi dalam acara tasyakuran atas selesainya pembangunan infrastruktur jalan rabat beton, Tembok Penahan Tanah (TPT), dan jembatan yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.
Pantauan jabar.newsline.id pada Selasa (14/10/2025) pukul 10.00 WIB, warga mulai berkumpul di lokasi proyek yang baru rampung. Mereka duduk bersama menyantap hidangan ngaliwet khas Sunda yang disusun rapi di atas daun pisang. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat kebersamaan yang mengiringi proses pembangunan.
Proyek jalan rabat beton tersebut memiliki spesifikasi sepanjang 212 meter, lebar 3 meter, dan tebal 15 cm. Di sisi jalan, dibangun pula TPT dengan panjang yang sama, lebar 30 cm, dan tinggi 1,5 meter. Sementara itu, jembatan baru berukuran 3 x 3 x 3 meter kini berdiri kokoh menggantikan akses lama yang sebelumnya rawan dilalui saat musim hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat bersyukur jalan ini akhirnya bisa digunakan. Dulu masih tanah, kalau hujan licin dan berbahaya. Sekarang jauh lebih nyaman dan aman,” ujar Ketua RW 01, Arsyad, kepada tim jabar.newsline.id saat diwawancara.
Pembangunan infrastruktur ini didanai oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa, dan dikerjakan secara gotong royong oleh warga RW 01 dan RW 03. Partisipasi warga berlangsung sejak awal pengerjaan hingga persiapan tasyakuran, mulai dari mengangkat batu, mencampur semen, hingga memasak untuk para pekerja.
“Ngaliwet ini bukan cuma soal makan bareng, tapi simbol bahwa kami satu keluarga besar. Duduk sama rendah, makan sama rata,” ungkap Kepala Dusun 01, Ahmad Hidayat, sambil tersenyum.
Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan keberadaan jalan dan jembatan baru tersebut. Selain mempercepat akses menuju sekolah dan fasilitas umum lainnya, infrastruktur ini juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi warga.
“Sebelumnya kalau bawa hasil tani ke pasar suka was-was, takut terpeleset. Sekarang kendaraan bisa masuk dengan lancar,” kata Yanti, warga RW 03.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan makan siang. Warga duduk bersila, menyantap nasi liwet dan lauk sederhana dalam suasana hangat penuh kebersamaan.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Chandra F Simatupang









