Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- menyikapi berita sebelumnya terkait potensi kerugian yang ditimbulkan oleh PT LKM Panca Tengah, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang kini tengah menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan keuangannya yang disoroti oleh Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Plt Komisaris PT LKM Panca Tengah, Basuki Rachmat akhirnya memberikan tanggapan dan jawaban.
Baca juga link berita sebelumnya dibawah ini;
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemberitaan sebelumnya yang tengah viral disejumlah portal media, Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya menyoroti sejumlah kerugian yang dialami dalam pengelolaan keuangan di PT LKM Panca Tengah yang berpotensi akan menjadi beban sekaligus berdampak langsung pada keuangan Pemerintah Daerah setempat. Melalui Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dani Fardian mengatakan, “Hasil review atas Laporan Auditor Independen (LAI) menunjukan bahwa opini laporan keuangan PT. LKM PTs tahun 2024 adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP). WDP tersebut mencatat kerugian sebesar Rp.3.949.684.900 per 31 Desember 2024 dan ekuitas bersih menjadi sebesar negatif Rp.1.828.298.192,- . Selain itu total kewajiban pada tanggal 31 Desember 2024 telah melampaui total aset,” paparnya.
Lebih lanjut dirinya pun menjelaskan, “Laporan hasil audit kepatuhan pada tahun anggaran 2023 dan 2024 oleh Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya menunjukan beberapa temuan yang diantaranya :
1. Terdapat indikasi tindakan penyimpangan atau penyalahgunaan kredit, dalam penyaluran kredit kurangnya integritas pegawai yang menyebabkan indikasi penyimpangan penyalahgunaan kredit/tabungan yang terjadi selama 2019 sampai dengan 2022 dengan jumlah potensi kerugian Rp.1.132.998.000,-.
Laporan hasil kepatuhan tahun anggaran 2023-2024, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya mengungkapkan adanya indikasi adanya indikasi penyimpangan pada PT. LKM PTs dengan jumlah kerugian senilai Rp. 2.492.488.376,- sampai bulan juli 2024 baru dikembalikan sebesar Rp. 159.627.000,-, sehingga terdapat kerugian yang belum dikembalikan sebesar Rp.2.332.861.376,-.
2. PT. LKM dalam kondisi Prediksi Pailit, adanya ketidakpastian yang dapat menyebabkan keraguan atas kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Pemkab Tasikmalaya perlu melakukan evaluasi terhadap strategi pengelolaan BUMD dari aspek integritas, tata kelola, pengendalian internal, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Menyikapi hal tersebut diatas, Plt Komisaris PT LKM Panca Tengah, Basuki Rachmat mengatakan, apa yang dikatakan oleh pihak Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya tersebut diatas adalah benar adanya, namun dirinya yang baru saja dilantik sebagai Plt Komisaris akan terus berusaha menyelesaikan sejumlah persoalan tersebut. “PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Pancatengah Tasikmalaya Perseroda, dalam hal ini menegaskan bahwa lembaga keuangan ini dalam kondisi on fire setelah melewati badai Covid-19 di tahun 2019-2021. Kondisinya saat ini stabil, semua permasalahan kita sedang tangani dan berjalan dengan baik, saat ini bisnis LKM berjalan normal dan menunjukkan tren yang positif. Hubungan kami dengan nasabah terjalin baik, tidak ada masalah yang berarti . Ini merupakan fakta bahwa LKM terus berkembang dan nasabah terus bertambah. Bahkan, saat ini selain sedang terus meningkatkan performa kinerjanya, kami sedang fokus pada pengembangan usaha atau ekspansi bisnis,” ungkapnya saat diwawancarai oleh tim newline.id, Kamis (10/7/2025).
“Memang diakui, sejak pandemi covid-19 tahun 2019-2021 lalu, kondisi LKM Pancatengah sempat mengalami kontraksi dan kesulitan likuiditas. Banyak kredit macet karena banyak pelaku usaha yang gulung tikar akibat covid-19. Ditambah lagi, dampak dari pandemi ini, ada kebijakan dari presiden tentang restrukturisasi kredit, dimana pemerintah pusat memberikan keringanan berupa penundaan pembayaran kredit bagi para debitur, dan ternyata hal ini menyebabkan cicilan terus mengalami penundaan. Pada saat diangkat menjadi Komisaris PT LKM Pancatengah setahun lalu dari data yang saya pelajari, memang dampak covid-19 ini luar biasa. Namun sejak itu, saya terus berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja LKM baik dari sektor bisnisnya maupun dari sisi kapasitas SDM-nya,” imbuhnya.
“Semua permasalahan yang ada di LKM kami coba tangani. Kami carikan solusinya. Dan Alhamdulillah, progresnya sangat baik, walaupun belum 100 persen dan kita menargetkan, pada akhir tahun 2025 ini segala permasalahan yang ada di LKM sudah tuntas. Sebagai komisaris maupun sebagai Plt Direksi LKM Pancatengah saya menganggap bahwa semua perusahaan pasti punya persoalan. Nah, persoalan yang muncul di LKM ini secara bertahap sedang ditangani. Insya Allah, tahun ini bisa dituntaskan”, kata Basuki.
Basuki pun mengatakan terkait Ekspansi Bisnis untuk menangani persoalan yang muncul pasca covid-19, saat ini tengah merancang strategi untuk melakukan ekspansi usahanya. “Sekarang kami sedang fokus pada pengembangan usaha atau ekspansi bisnis. Tentu untuk ekspansi ini kita butuh tambahan modal. Pihak kita terus berkomunikasi dengan pemegang saham, yaitu Pemkab dan Pemprov, termasuk juga dengan Komisi II DPRD tentang pengembangan bisnis LKM Pancatengah ini. Ini sedang berproses. Kajian sudah, dan saat ini sedang di follow up. Kami berharap di tahun 2026 tambahan modal segera cair sehingga ekspansi bisnis LKM Pancatengah bisa lebih meluas lagi. LKM Pancatengah sedang membutuhkan suntikan modal sebesar Rp 9 miliar. Jika suntikan modal itu terealisasi, tak hanya membuat kondisi LKM semakin sehat, namun saya pastikan LKM Pancatengah bisa memberikan kontribusi untuk pendapatan asli daerah. Kita bisa memberikan kontribusi untuk PAD hingga Rp170 juta. Itu untuk tahun pertama. Untuk tahun berikutnya, saya berani menargetkan dua kali lipat dari itu, bahkan lebih”, paparnya.
“Hal yang membuat kita optimistis, karena saat ini masyarakat sangat membutuhkan lembaga pembiayaan yang ramah, baik dalam hal prosedur maupun dalam hal persyaratan. Kita melihat bank emok dan pinjol tumbuh subur karena masyarakat kesulitan untuk mendapatkan layanan pembiayaan. Disitulah kami hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat. Makanya, optimistis me terkait laju pertumbuhan usaha LKM Pancatengah akan berhasil direalisasi jika diberi tambahan modal. Selain untuk memerangi bank emok dan pinjol, juga untuk memberikan kemudahan layanan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil,” tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin belum memberikan keterangan atau tanggapan apapun meskipun sudah dilakukan konfirmasi melalui pesan singkat whatsapp miliknya oleh tim newsline.id. Chandra Foetra S.










