Newsline.id |Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat – Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tasikmalaya menggelar pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IGRA dari 35 kecamatan sekaligus memperingati Milad IGRA ke-24. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, para pengurus IGRA, serta keluarga besar guru RA tersebut menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus evaluasi perjalanan IGRA dalam meningkatkan kualitas pendidikan Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Depon Nurul Aida, S.Ag., M.Pd., mengatakan penyatuan agenda pelantikan pengurus PC dan peringatan milad dilakukan sebagai upaya efisiensi kegiatan organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terlebih, IGRA juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda besar, di antaranya kegiatan Aksara dan lomba drum band yang akan didedikasikan untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama.
Dalam arahannya kepada para pengurus PC yang baru dilantik, Depon menekankan pentingnya menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas organisasi dan lembaga RA.
“Jangan pernah berpikir apa yang akan kita dapat di IGRA, tetapi semua harus berpikir apa yang ingin kita berikan,” ujarnya.
Ia juga meminta para ketua PC menyusun program kerja yang terukur, realistis, inovatif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, program organisasi jangan hanya berkutat pada kegiatan rutin atau perlombaan yang lazim dilaksanakan, tetapi harus memiliki unsur kebaruan dan manfaat yang lebih luas.
Salah satu program yang diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak oleh seluruh PC adalah kegiatan bakti sosial, seperti membersihkan masjid dan kegiatan sosial lainnya.
Dengan demikian, keberadaan IGRA tidak hanya dirasakan oleh internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Milad Jadi Momentum Refleksi Perjalanan 24 Tahun
Memasuki usia ke-24, Depon menyebut peringatan milad menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membangun dan membesarkan IGRA.
Menurutnya, kemajuan organisasi saat ini tidak terlepas dari kontribusi para pendahulu yang telah mencurahkan tenaga, pemikiran, keringat, bahkan pengorbanan demi keberlangsungan IGRA.
Ia juga mengajak seluruh guru RA untuk tetap menjaga solidaritas, kekompakan, dan semangat dalam menjalankan tugas pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 1.653 peserta hadir dari total 2.028 anggota IGRA Kabupaten Tasikmalaya.
Depon menjelaskan, seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari kas PD IGRA. Bahkan, selama satu tahun terakhir pihaknya tidak melakukan pungutan tambahan kepada anggota untuk berbagai kegiatan organisasi, termasuk Aksara, milad, maupun pelatihan.
Pengelolaan keuangan dilakukan dengan menggabungkan dan mengalokasikan dana yang tersedia untuk mendukung berbagai agenda organisasi selama satu tahun.
Jumlah Murid RA Capai 18 Ribu
Berbicara mengenai capaian selama 24 tahun perjalanan IGRA, Depon menyebut peningkatan jumlah peserta didik menjadi salah satu indikator perkembangan pendidikan RA di Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS), jumlah murid RA saat ini mencapai sekitar 18.000 orang dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Meski demikian, pertumbuhan jumlah lembaga RA relatif sulit karena terdapat sejumlah persyaratan administratif yang harus dipenuhi, salah satunya kepemilikan sertifikat tanah atas nama yayasan atau lembaga.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta didik dapat menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap lembaga RA.
“Kalau jumlah murid terus bertambah, mungkin itu menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat. Kenapa masyarakat percaya? Mungkin karena kualitas lembaganya,” ungkapnya.
Selain peningkatan jumlah peserta didik, IGRA Kabupaten Tasikmalaya juga mencatat prestasi di tingkat wilayah, khususnya dalam bidang seni tari. Ia menyebut anak-anak RA dari Kabupaten Tasikmalaya kerap meraih juara pertama dalam kompetisi tingkat PW.
Dorong Pembelajaran Berbasis Teknologi dan Alam
Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan anak usia dini, PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai inovasi.
Depon menjelaskan, pengembangan organisasi dan pendidikan RA dilakukan melalui sejumlah aspek, mulai dari sarana, sumber daya manusia, kompetensi pendidik, proses pembelajaran, hingga kemitraan.
Untuk peningkatan kompetensi guru, IGRA mulai mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut juga didukung melalui berbagai pelatihan dan webinar yang difasilitasi Kementerian Agama.
Namun, di tengah perkembangan teknologi, Depon justru menekankan pentingnya mengembalikan anak dan guru ke alam sebagai sumber pembelajaran.
Menurutnya, lingkungan sekitar merupakan media pembelajaran yang sangat luas dan dapat dimanfaatkan guru untuk mengenalkan berbagai pengetahuan kepada anak secara langsung.
“Alam semesta ini sebagai media belajar yang bisa digunakan guru dalam proses pembelajaran anak,” katanya.
Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan program Tasik Hejo yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan serta penerapan kurikulum berbasis cinta.
Melalui pembelajaran berbasis alam, anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberikan pemahaman edukatif mengenai lingkungan, seperti mengenal tanah, tumbuhan, dan berbagai unsur alam di sekitarnya.
Meski demikian, ia mengakui penerapan konsep tersebut masih perlu disempurnakan. Saat ini, kegiatan pembelajaran berbasis alam masih cenderung didominasi unsur permainan atau edukasi berbasis permainan (edugame).
Ke depan, IGRA akan melakukan evaluasi agar pembelajaran lebih menekankan unsur edukasi dan pemahaman anak terhadap lingkungan.
“Ketika anak menginjak tanah, ini kenapa tanah, ini apa? Jadi edukasinya harus lebih besar. Setiap kegiatan selalu kita evaluasi, apa kekurangannya dan apa yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh program dan kebijakan pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas anak.
Apresiasi Perhatian Pemerintah Daerah terhadap Guru RA
Dalam kesempatan tersebut, Depon juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap keberadaan dan kebutuhan lembaga RA.
Ia mengungkapkan, sejak 2015 pihaknya telah memperjuangkan bantuan kesejahteraan bagi guru RA melalui pendataan dan koordinasi dengan bagian kesejahteraan rakyat (Kesra). Namun, upaya tersebut baru mulai terealisasi pada tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, sejumlah guru RA telah menerima bantuan sebesar Rp300.000 per tahun.
Selain bantuan bagi guru, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan bantuan mebelair untuk lembaga RA, meskipun masih memerlukan penyesuaian nomenklatur agar bantuan tersebut dapat disalurkan sesuai ketentuan.
Ia berharap upaya pemerintah daerah tersebut dapat berjalan lancar dan benar-benar terealisasi untuk mendukung kesejahteraan guru serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan RA.
“Alhamdulillah, sekarang Bapak Bupati sudah lebih memperhatikan RA. Mudah-mudahan upaya beliau bisa benar-benar terealisasi untuk RA,” ungkapnya.
Kemenag: Pendidikan RA Penting untuk Membentuk Karakter Generasi
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Aep Saepurohman, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas kiprah IGRA dalam mendukung pelayanan pendidikan anak usia dini melalui lembaga RA.
Menurutnya, keberadaan RA memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi sejak dini, terutama dalam memperkuat fondasi keimanan, ketaatan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Alhamdulillah, saya atas nama Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi sebesar-besarnya atas kiprah RA, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, yang pada hari ini mengadakan kegiatan Milad ke-24. Mudah-mudahan terus eksis dan berdampak bagi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Aep.
Ia menilai pendidikan anak usia dini menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang terus berubah.
Karena itu, pendidikan harus mampu memberikan fondasi yang kuat bagi generasi mendatang dengan tetap berpegang pada prinsip pendidikan sepanjang hayat.
Menurutnya, penguatan karakter, keimanan, ketaatan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan agar generasi mendatang memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Kemenag Rutin Lakukan Pembinaan dan Pengawasan
Terkait peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru RA, Aep menjelaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya secara rutin melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi sesuai tugas pokok dan fungsi.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya, termasuk dengan melakukan kunjungan atau roadshow ke berbagai lembaga RA.
Melalui pembinaan tersebut, Kemenag bersama IGRA berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan edukasi kepada para guru mengenai kewajiban dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
“Kami rutin sesuai dengan tupoksi melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi bekerja sama dengan PD IGRA Kabupaten Tasikmalaya. Senantiasa melakukan peningkatan-peningkatan dan saling mengedukasi, saling mengingatkan tentang kewajiban, terutama kepada para guru RA,” jelasnya.
Aep juga berharap kepengurusan PC IGRA yang baru dilantik dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah memperluas kegiatan parenting agar orang tua semakin memahami peran dan tanggung jawab keluarga dalam mendidik anak.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak memperoleh pendidikan dan pembentukan karakter.
“Harapannya mudah-mudahan semakin ditingkatkan kembali, khususnya tentang pelayanan yang berdampak kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan parenting, orang tua juga menyadari bahwa yang paling penting dan wajib mendidik anak-anaknya itu adalah lingkungan keluarga itu sendiri,” pungkasnya.
Melalui momentum Milad ke-24 ini, IGRA Kabupaten Tasikmalaya diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalitas guru, serta menghadirkan pendidikan RA yang berkualitas, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Ilham T Rachman









