Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Ratusan Masa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) saat Aksi Demo di Depan DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026)//jabar.newsline.id//

Caption: Ratusan Masa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) saat Aksi Demo di Depan DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026)//jabar.newsline.id//

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Gelombang ketidakpuasan publik kembali meluap di pusat pemerintahan Kota Tasikmalaya. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa berskala besar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026). Aksi massa yang awalnya berjalan tertib tersebut berujung ricuh hingga mengakibatkan runtuhnya fasilitas publik dan jatuhnya korban dari pihak kepolisian.

Eskalasi ketegangan bermula ketika massa aksi melancarkan desakan agar Pjs Wali Kota Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, serta Kapolres Tasikmalaya Kota hadir berdiri langsung di tengah-tengah barisan mahasiswa untuk mendengar dan merespons tuntutan secara transparan. Namun, ketidakhadiran jajaran pimpinan daerah secara langsung memicu rasa kecewa mendalam di kalangan demonstran, meskipun sejumlah pejabat perwakilan telah diutus untuk menemui massa.

Merasa aspirasinya tidak diakomodasi secara konkret oleh pengambil kebijakan utama, massa bereaksi keras. Upaya paksa untuk menerobos barikade guna memasuki kompleks Gedung DPRD tidak terelakkan. Puncak ketegangan terjadi ketika massa merobohkan gerbang utama gedung dewan usai terlibat saling dorong secara sengit dengan aparat kepolisian yang bersiaga ketat di pintu masuk.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah situasi yang kian tak terkendali, aksi lempar barang berharga keras pun pecah. Dampaknya, seorang anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka serius akibat terkena hantaman benda tumpul di bagian tubuhnya. Petugas penegak hukum yang terluka tersebut langsung mendapat pertolongan darurat di lokasi sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju fasilitas medis terdekat guna perawatan intensif.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi BEM se-Tasikmalaya, Aday, menegaskan bahwa gerakan serentak ini merupakan aktualisasi dari akumulasi keresahan masyarakat atas tumpukan persoalan, baik skala lokal regional maupun isu strategis nasional, yang membutuhkan penanganan konkret tanpa penundaan.

“Beberapa persoalan mendasar yang kami soroti di antaranya adalah minimnya efektivitas penerangan jalan umum (PJU), lonjakan harga beras yang mencekik perekonomian warga, hingga maraknya keberadaan penagih utang atau debt collector ilegal yang bertindak arogan dan meresahkan masyarakat,” papar Aday di tengah pengawalan aksi.

Aday secara khusus menyoroti maraknya praktik debt collector bodong dan gangguan keamanan terorganisir yang makin mengikis rasa aman warga Kota Santri. Mahasiswa menuntut kepolisian bertindak tegas, responsif, dan tidak tebang pilih dalam memberantas segala bentuk aksi kejahatan jalanan maupun intimidasi penagihan utang terelubung.

“Kapolres harus turun tangan secara langsung dan menyelesaikan persoalan sistematis ini hingga tuntas. Kami juga mendesak kepolisian memberantas tuntas gangguan keamanan dan ketertiban akibat maraknya aksi geng motor, agar warga Kota Tasikmalaya dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa bayang-bayang ketakutan,” tegasnya.

Menyinggung perihal kronologi kericuhan, Aday menjelaskan bahwa pergerakan massa untuk memasuki kompleks dewan sejatinya telah dikoordinasikan serta disepakati oleh seluruh aliansi Presiden Mahasiswa se-Tasikmalaya melalui mekanisme negosiasi awal.

“Komitmen awal kami sejak awal sudah bulat, yaitu masuk ke dalam gedung dewan secara teratur untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Kami sudah melakukan proses negosiasi, dan kesepakatan seluruh presiden mahasiswa adalah masuk. Kami senantiasa berupaya menjaga kondusivitas, namun dinamika di lapangan menjadi tidak terkendali saat massa berhadapan langsung dengan barikade ketat aparat yang menutup akses masuk,” terangnya.

Aday menegaskan, aksi ini bukan merupakan puncak dari gerakan, melainkan awal dari pengawalan berkelanjutan. Mahasiswa berkomitmen untuk terus mengawal setiap butir tuntutan hingga melahirkan kebijakan nyata di tingkat daerah maupun sampai ke tingkat nasional.

“Kami menuntut dan akan terus mengawal secara konsisten, apakah isu-isu nasional ini bisa ditindaklanjuti sampai ke tingkat pusat, dan apakah persoalan-persoalan lokal mendesak di daerah benar-benar dikawal serta diselesaikan oleh para pimpinan daerah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian beserta aparat keamanan gabungan masih bersiaga penuh di sekitar lokasi kejadian guna mengamankan aset objek vital negara, mengantisipasi potensi keterlibatan massa susulan, serta memulihkan kondusivitas lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Lintas Kota Tasikmalaya.

Penulis : Chandra Foetra S

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Proyek Gedung Dukcapil Syarat Penyimpangan: Kepala Bidang Bangunan DPUTRLH Tasikmalaya Diduga Menghindar dari Media
Rencana Aksi Aliansi Cineam-Karangjaya ke Polres Tasikmalaya Kota Dibatalkan Demi Kondusifitas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Ratusan Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kota Tasikmalaya, Unjuk Rasa Warnai Kericuhan, Satu Orang Polisi Terluka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA