Bogor, Newsline – Kondisi rumah Wawan, warga Kampung Cileungsir, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, semakin memprihatinkan akibat dampak bencana gempa yang terjadi pada tahun 2023. Meskipun telah memperbarui data KTP dan Kartu Keluarga (KK) sesuai hasil asesmen dari pendamping sosial, hingga Selasa (22/7/2025), bantuan yang dijanjikan untuk rumah tersebut masih belum terealisasi.
Dikonfirmasi pada Rabu (8/1/2025), pihak Kecamatan Cigombong melalui Seksi PM, Deni, menyatakan bahwa anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) tahun 2024 sudah habis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anggaran BTT 2024 sudah dialokasikan ke tiga kecamatan di wilayah barat yang terdampak bencana, berdasarkan data dari BPBD dan Pemda. Untuk wilayah Cigombong dan 35 kecamatan lainnya, kemungkinan baru akan diproses pada tahun 2025 setelah dilakukan verifikasi ulang sekitar bulan Maret,” jelas Deni.
Terkait rekening Bank BJB yang digunakan untuk pencairan bantuan, Deni menekankan pentingnya agar rekening tetap dipegang langsung oleh warga penerima bantuan.
“Kalau warga membuat rekening atas nama sendiri, ya simpan saja sendiri. Jangan diserahkan ke pihak lain. Jadi bisa langsung tahu kalau sudah ada pencairan. Kalau dipegang orang lain, nanti malah timbul pertanyaan: ‘Kenapa belum cair?’,” ujar Deni.
Ia juga menambahkan bahwa kecamatan berperan sebagai fasilitator dalam proses bantuan ini. “Kami hanya melakukan monitoring, evaluasi, dan pembinaan wilayah. Kecamatan tidak punya kewenangan mencairkan dana, tapi bertanggung jawab atas pengawasan teknis di lapangan,” tambahnya.
Sebelumnya kepala desa ciadeg Wahyu Rahayu, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada (17 November 2024) mengatakan ” rumah wawan akan mendapat bantuan dari DPKPP Yang nantinya akan ditransfer melalui rekening yang telah dibuat, Dan memang belum ada info lagi, Tidak akan lewat dari tahun 2024″ jelas kades
Menurut Fahmi, pendamping sosial PKH yang melakukan asesmen, rumah Wawan mengalami kerusakan parah akibat gempa. “Setelah kejadian gempa pada tahun 2023, kondisi rumah Wawan semakin memburuk. Bagian atap dan dindingnya sudah roboh, dan bagian lain juga dalam keadaan rapuh. Ini jelas merupakan dampak dari bencana yang mengakibatkan ketidaklayakan rumah untuk dihuni,” jelas Fahmi.
Dampak gempa membuat salah satu rumah warga di Kecamatan Cigombong, yakni rumah Wawan, mengalami kerusakan yang parah. Atap dan dinding rumah Wawan ambruk, sementara bagian lain juga terancam roboh jika tidak segera diperbaiki. “Setiap kali hujan deras datang, saya selalu khawatir rumah ini akan ambruk. Ini bukan hanya masalah fisik, tapi juga psikologis bagi saya dan keluarga,” ungkap Wawan.
Meski demikian, Wawan dan keluarganya terpaksa tetap bertahan di rumah tersebut karena keterbatasan ekonomi, dan hingga saat ini, bantuan yang sudah dijanjikan pihak desa belum juga datang.
Fahmi menambahkan bahwa sebelum bantuan dapat dicairkan, identitas Wawan, baik KTP maupun KK, harus diperbarui terlebih dahulu dalam sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setelah proses pembaruan selesai, bantuan baru bisa diproses. “Wawan memang belum pernah menerima bantuan apapun sebelumnya, baik dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun sembako. Kini setelah dilakukan pembaruan data, diharapkan bantuan segera bisa diterima,” ujarnya.
Meskipun pembaruan data KTP dan KK sudah dilakukan, bantuan masih terkendala oleh proses verifikasi yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah. “Bantuan tidak bisa langsung cair meskipun data sudah diperbarui. Semua bantuan kini mengacu pada data DTKS, yang perlu diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak yang berwenang,” tambah Fahmi.
Sementara itu, pihak desa yang sebelumnya menjanjikan bantuan pada tahun 2024 kini hanya bisa berharap agar bantuan segera terealisasi, mengingat kondisi rumah Wawan yang semakin memburuk.
“Saya hanya ingin rumah ini aman. Bagian belakang sudah di bersihkan agar puing sisa reruntuhan tidak terlalu menumpuk, Agar saya dan keluarga bisa tidur dengan tenang tanpa khawatir rumah ini roboh,” harap Wawan.
Reporter : Wandi A









