Bupati Tasikmalaya Hentikan Proyek BTT Cipatujah Senilai Rp 4,2 Miliar, Ajukan Audit Investigasi ke BKPP

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengambil langkah tegas dengan menghentikan proyek pembangunan struktur pengaman sungai atau benteng abrasi di Kecamatan Cipatujah. Proyek yang dibiayai dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp 4,2 miliar tersebut dinilai tidak mendesak dan tidak sesuai dengan prioritas penggunaan dana darurat, terlebih di tengah kekhawatiran bahwa seluruh anggaran BTT tahun 2025 sebesar Rp 28 miliar telah habis pada bulan Maret.

Dalam sebuah inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan di kawasan Pasanggrahan, Bupati Cecep menemukan kondisi di lapangan yang tidak menunjukkan urgensi penyelesaian proyek. Hingga lebih dari 14 menit video, yang kemudian diunggah melalui akun Instagram pribadinya atas nama @cecepnurulyakin77, terlihat Bupati Cecep memarahi pelaksana proyek dan langsung memerintahkan penghentian pekerjaan. Menurutnya, penggunaan dana darurat yang terbatas seharusnya difokuskan untuk penanganan perbaikan infrastruktur utama, seperti jalan yang mengalami kerusakan parah, terlebih mengingat potensi bencana alam seperti banjir dan longsor yang masih mengintai di sisa tahun ini.

Selain menyayangkan penggunaan dana BTT untuk proyek yang dianggap kurang prioritas, Cecep juga mempertanyakan logika alokasi anggaran tersebut. Ia menyatakan bahwa lokasi proyek yang berada di tepi sungai seharusnya menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan bukan beban pemerintah daerah. “Ini tugas BBWS, kenapa dibebankan ke BTT daerah?” ujarnya dengan nada tinggi. Refleksi atas pertanyaan tersebut menunjukkan kekhawatiran adanya motif pembelanjaan yang cepat, kemungkinan menjelang transisi kepemimpinan, sehingga anggaran darurat terpakai secara tidak optimal dan menyisakan celah untuk keadaan darurat di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, sebagai langkah transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik, Bupati Cecep mengajukan permohonan audit investigasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengawasan (BKPP). Audit ini bertujuan untuk menelaah kembali perencanaan dan realisasi penggunaan dana BTT, guna memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran tersebut tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Keputusan ini juga menjadi panggilan agar pemerintah daerah lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan dana darurat, serta mengutamakan proyek-proyek yang memberikan dampak signifikan, terutama di sektor infrastruktur utama seperti perbaikan jalan.

Hal tersebut dikatakan Cecep saat dikonfirmasi oleh awak media saat usai memimpin rapat pimpinan di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya.

“Barusan dalam rapat pimpinan, saya minta dievaluasi, dan akan segera bersurat ke BPKP agar diaudit investigasi. Supaya nanti rekomendasinya tidak subjektif,” tegasnya, Senin, (16/6/2025).

Keputusan tegas Bupati Cecep tidak hanya menuai sorotan media, tetapi juga mendapatkan dukungan dari sejumlah elemen masyarakat. Banyak pihak menyambut baik langkah tersebut sebagai upaya untuk memastikan bahwa penggunaan dana publik selalu berada di jalur transparansi dan kepentingan bersama. Dengan audit investigasi yang segera dilakukan, diharapkan akan terungkap segala alasan di balik penggunaan dana BTT yang terburu-buru dan tidak tepat sasaran, sehingga perbaikan sistem alokasi anggaran dapat segera diimplementasikan di masa depan.

Penting untuk mengetahui bahwa kebijakan penggunaan dana darurat seperti BTT harus selalu dievaluasi agar pengelolaannya transparan dan akuntabel. Isu serupa sudah terjadi di daerah lain, sehingga audit oleh BKPP menjadi langkah krusial untuk mencegah terulangnya pola penggunaan anggaran yang tidak mendesak. Selain itu, ada potensi pengalihan alokasi dana menuju infrastruktur yang lebih membutuhkan, misalnya perbaikan jalan raya yang berdampak langsung pada mobilitas dan keamanan warga. (Chandra Foetra S).

Berita Terkait

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Rabu, 9 September 2026 - 16:13 WITA

Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo

Rabu, 9 September 2026 - 14:36 WITA

Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA