Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Newsline.id | Tasikmalaya, Jawa Barat — Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Tasikmalaya masih berada dalam kondisi relatif terkendali, meski beberapa bahan pokok mulai menunjukkan kenaikan. Ayam broiler dan cabai merah menjadi dua komoditas yang paling mendapat perhatian pemerintah daerah karena harganya cukup tinggi di sejumlah pasar tradisional.

Hasil pemantauan harga yang dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmindag) Kabupaten Tasikmalaya pada 8 September 2026 menunjukkan adanya perbedaan harga antarpasar.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemantauan tersebut mencakup lima pasar, yakni Pasar Singaparna, Ciawi, Taraju, Manonjaya dan Cikatomas.

Untuk ayam broiler, harga rata-rata tercatat sekitar Rp39.200 per kilogram. Harga tertinggi berada di angka Rp40.000, sementara harga terendah sekitar Rp38.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya, Salsah, menyebut perubahan harga ayam sangat berkaitan dengan keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut memengaruhi kebutuhan ayam broiler di pasar. Saat aktivitas MBG meningkat, permintaan ayam ikut terdorong sehingga harga berpotensi naik ketika pasokan tidak mencukupi.

“Ketika ketersediaan sedikit, permintaan banyak, pasti harga naik. Apabila MBG libur, harga ayam pun turun,” kata Salsah, Rabu (9/9/2026).

Ia menyebut harga ayam ras broiler dalam kondisi tertentu dapat berada di kisaran Rp42.000 per kilogram. Namun, ketika pasokan melimpah dan permintaan menurun, harganya dapat turun hingga sekitar Rp25.000 per kilogram.

Cabai Merah Jadi Perhatian

Selain ayam, cabai merah juga menjadi komoditas yang mengalami perbedaan harga cukup mencolok.

Harga rata-rata cabai merah biasa tercatat sekitar Rp65.000 per kilogram. Namun, di Pasar Singaparna harganya mencapai Rp80.000 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di kisaran Rp55.000.

Salsah menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi permintaan, tetapi juga jalur distribusi yang berbeda di setiap wilayah.

Pasar yang lokasinya lebih jauh dari pusat pasokan cenderung memiliki harga lebih tinggi karena komoditas harus melewati beberapa jalur distribusi sebelum sampai ke pedagang.

“Faktor kenaikannya dari pasokan. Seperti di Manonjaya yang membeli di Pasar Cikurubuk, jadi faktor pasoknya,” ujarnya.

Faktor cuaca juga turut menjadi perhatian. Musim kemarau membuat sebagian wilayah mengalami gangguan produksi, bahkan terdapat daerah yang mengalami gagal panen sehingga pasokan cabai berkurang.

“Efek mahal ini mungkin karena banyak permintaan, apalagi sekarang musim kemarau, ada yang gagal panen,” katanya.

Data Diskopukmindag juga mencatat cabai rawit merah berada pada harga rata-rata Rp69.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau sekitar Rp57.000, cabai keriting merah Rp47.700 dan cabai hijau Rp36.400 per kilogram.

Harga Daging Sapi Masih Tinggi

Di sisi lain, harga daging sapi masih berada di level tinggi. Rata-rata harga komoditas tersebut mencapai Rp135.000 per kilogram, dengan harga tertinggi Rp145.000 per kilogram di Pasar Manonjaya.

Untuk komoditas protein hewani lainnya, ayam kampung berada di kisaran Rp57.400 per kilogram dan telur ayam ras sekitar Rp25.900 per kilogram.

Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih berada dalam rentang harga yang dinilai relatif normal. Beras premium rata-rata Rp14.900 per kilogram dan beras medium Rp13.100.

Harga gula pasir dalam negeri tercatat Rp18.400 per kilogram. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp20.100 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp17.800 dan Minyak Kita sekitar Rp16.920 per liter.

Adapun bawang merah rata-rata Rp34.600 per kilogram dan bawang putih Rp38.400 per kilogram.

Pemerintah Siapkan Pasar Induk

Diskopukmindag menilai belum terjadi lonjakan harga yang mengkhawatirkan di Kabupaten Tasikmalaya. Pemerintah daerah juga belum menemukan indikasi adanya pihak yang sengaja memainkan harga.

Namun, persoalan distribusi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dibenahi.

Perbedaan harga antara pasar di wilayah perkotaan dan daerah yang lebih jauh dari pusat distribusi salah satunya dipengaruhi panjangnya rantai pasok.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Tasikmalaya menyiapkan pasar induk di Singaparna. Keberadaan pasar tersebut diharapkan dapat memperpendek jalur distribusi sehingga komoditas dari daerah pemasok bisa langsung masuk ke Kabupaten Tasikmalaya tanpa harus terlebih dahulu melalui Pasar Cikurubuk di Kota Tasikmalaya.

“Bupati akan membuka pasar induk di Singaparna untuk memutus rantai pasok. Seperti yang dari Garut nantinya tidak akan ke Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya dulu lalu dibawa ke Singaparna, tetapi nanti langsung ke Singaparna. Efeknya nanti tidak akan terlalu mahal,” kata Salsah.

Pasar Murah Disiapkan Jika Harga Melonjak

Selain pembenahan distribusi, pemerintah daerah menyiapkan pasar murah sebagai langkah intervensi apabila harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan signifikan.

Pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman.

Salsah mengatakan intervensi melalui pasar murah akan difokuskan pada sembilan bahan pokok. Sementara komoditas daging tidak termasuk dalam program tersebut.

“Ketika harga melonjak, sembilan bahan pokok kita akan melakukan aksi pasar murah. Tetapi untuk daging tidak ada, hanya bahan pokok saja. Untuk saat ini masih aman,” ujarnya.

Dengan demikian, kondisi harga pangan di Kabupaten Tasikmalaya sejauh ini masih dinilai wajar. Meski begitu, pergerakan harga ayam broiler dan berbagai jenis cabai tetap perlu diantisipasi karena sangat dipengaruhi oleh pasokan, permintaan, kondisi produksi dan panjang-pendeknya jalur distribusi.

Penulis : Ilham T Rachman

Berita Terkait

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Rabu, 9 September 2026 - 16:13 WITA

Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo

Rabu, 9 September 2026 - 14:36 WITA

Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA