TASIKMALAYA, newsline.id – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali merombak struktur birokrasi melalui rotasi dan mutasi aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 30 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, pada Selasa (16/12/2025) di Pendopo Baru.
Perombakan ini mencakup tiga pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), enam pejabat administrator, satu pejabat pengawas, serta 20 kepala sekolah. Bupati Cecep menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Perombakan Eselon II
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga pejabat eselon II yang bergeser posisi antara lain:
- Opan Sopian, dari Kepala Dinas Sosial menjadi Sekretaris DPRD.
- Dra. Hj. Wini, M.Si, dari Kepala Disdukcapil kini memimpin Dinas Sosial.
- Tatang Kusnadar, dari Sekretaris Dewan kini menjabat Kepala Disdukcapil.
Dua Dinas Strategis Masih Tanpa Nahkoda
Di balik rotasi besar ini, publik justru menyoroti dua jabatan strategis yang masih dibiarkan kosong: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas PUPR.
Keduanya merupakan sektor prioritas dalam agenda pembangunan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2026, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga percepatan pembangunan infrastruktur. Namun hingga kini, belum ada pejabat definitif yang ditunjuk untuk memimpin dua dinas tersebut.
Untuk sementara, kedua instansi hanya dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai arah kebijakan dan efektivitas program yang akan dijalankan pada tahun anggaran mendatang.
Bupati: Profesionalisme Jadi Dasar Mutasi
Bupati Cecep menegaskan bahwa rotasi dan mutasi dilakukan berdasarkan prinsip profesionalisme, transparansi, serta pembinaan karier ASN.
“ASN yang menunjukkan kinerja baik harus terus ditingkatkan. Sementara yang masih kurang, perlu pembinaan dan perbaikan,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh proses telah melalui verifikasi teknis dan administrasi, termasuk penilaian rekam jejak dan integritas pejabat.
Fokus Pembangunan: SDM dan Ketahanan Pangan
Cecep juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia. Ia mencontohkan program pembiasaan menanam bagi anak-anak, seperti gerakan satu anak satu polibag dan satu anak satu pohon, yang dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga lingkungan.
Publik Menunggu Keputusan
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan mengenai waktu pengisian dua jabatan strategis tersebut. Padahal, kedua dinas memegang peran vital dalam pencapaian target RPJMD 2026.
Rotasi dan mutasi ini diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi. Namun, tanpa kepemimpinan definitif di dua dinas prioritas, publik menilai masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan pemerintah daerah.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









