Ketua PWRI Kabupaten Tasikmalaya: PNS atau ASN Dilarang Keras Terlibat Main Proyek Pengadaan dari APBD atau APBN, Bisa Dipecat!!!

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Jawa Barat,- Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra F. Simatupang, menegaskan larangan keras bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terlibat dalam proyek dan pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari APBD maupun APBN. Pernyataan ini mengingatkan kembali pada regulasi yang sudah jelas melarang praktik benturan kepentingan dan penyalahgunaan wewenang.

Chandra, menyoroti fenomena keterlibatan oknum PNS dalam proyek pengadaan pemerintah yang kerap menjadi isu laten di daerah. Ia menegaskan bahwa PNS tidak boleh menjadi pelaksana, penyedia, maupun pihak yang terafiliasi langsung dengan proyek APBD/APBN, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, membuka ruang praktik rente, dan melanggar prinsip integritas birokrasi.

“Praktik ini bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga menggerogoti kredibilitas pemerintah daerah dalam mengelola anggaran negara”, tegasnya saat memberikan keterangan kepada para awak media melalui grup WhatsApp DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, (25/1/2026).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Chandra menambahkan, pengawasan internal pemerintah sering kali lemah, sehingga peran media dan masyarakat sipil menjadi krusial untuk menekan potensi penyimpangan.

Landasan Regulasi dan Hukum:

Larangan ini bukan sekadar opini, melainkan berakar pada sejumlah regulasi resmi yang sudah lama berlaku:

  • UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN); Menegaskan ASN harus menjaga integritas, profesionalitas, dan bebas dari konflik kepentingan.
  • UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan; Melarang pejabat pemerintahan menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
  • Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Menekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan bebas intervensi pihak yang tidak berwenang.
  • PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS; Memberikan sanksi tegas, mulai dari hukuman disiplin ringan hingga pemberhentian, bagi PNS yang melanggar aturan.
  • UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; Menjerat setiap tindakan penyalahgunaan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan ancaman pidana berat.

Regulasi-regulasi ini secara tegas menutup celah bagi ASN untuk bermain dalam proyek pengadaan, sekaligus menegaskan bahwa birokrasi harus steril dari kepentingan bisnis.

Chandra menilai, praktik keterlibatan PNS dalam proyek pengadaan masih terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa fungsi ASN adalah melayani publik, bukan mencari keuntungan pribadi melalui proyek pemerintah.

“PWRI sebagai organisasi wartawan berkomitmen mengawasi dan mengungkap dugaan penyimpangan, termasuk melaporkan ke lembaga pengawas seperti BPK, Ombudsman, maupun aparat penegak hukum bila ditemukan indikasi pelanggaran,” imbuhnya.

Menurutnya, pengawasan publik dan media adalah benteng terakhir untuk mencegah birokrasi terjerumus dalam praktik koruptif. Dalam konteks lokal, isu ini menjadi sensitif karena proyek pengadaan sering kali bernilai miliaran rupiah, sehingga godaan bagi oknum ASN untuk terlibat sangat besar.

Implikasi

  • Bagi ASN: keterlibatan dalam proyek pengadaan bisa berujung pada sanksi disiplin, pemberhentian, hingga pidana korupsi.
  • Bagi pemerintah daerah: praktik ini merusak kredibilitas tata kelola keuangan daerah dan memperbesar risiko penyalahgunaan APBD/APBN.
  • Bagi masyarakat: publik berhak menuntut transparansi dan akuntabilitas, serta melaporkan dugaan pelanggaran ke Ombudsman atau KPK.
  • Bagi media: pernyataan ini menjadi momentum untuk memperkuat fungsi kontrol sosial dan investigasi terhadap praktik rente birokrasi.

Pernyataan Chandra F. Simatupang adalah peringatan keras bahwa birokrasi harus bersih dari praktik rente proyek. Regulasi sudah jelas, tinggal bagaimana penegakan hukum dilakukan secara konsisten. Larangan PNS terlibat dalam proyek APBD/APBN adalah fondasi menjaga integritas birokrasi dan kepercayaan publik.

Penulis : Yudi

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Rabu, 9 September 2026 - 16:13 WITA

Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo

Rabu, 9 September 2026 - 14:36 WITA

Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA