Perombakan 56 Pejabat Tinggi Pratama di Tasikmalaya: Rotasi Besar, Transparansi Dipertanyakan

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newline.id – Tasikmalaya,- Jawa Barat,- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali mengguncang jajaran birokrasi dengan perombakan besar-besaran pada Juni 2026. Sebanyak 56 pejabat tercatat dalam lampiran Keputusan Bupati Tasikmalaya terkait pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, serta pengawas.

Langkah ini menandai rotasi paling masif dalam beberapa tahun terakhir, namun dokumen resmi yang beredar tidak menyertakan alasan evaluatif maupun pertimbangan objektif atas penempatan pejabat. Ketiadaan transparansi ini menimbulkan tanda tanya: apakah rotasi benar-benar berbasis meritokrasi, atau sekadar akomodasi politik dan kepentingan tertentu?

Pergeseran Strategis di Kursi Sekda

Perubahan paling mencolok terjadi pada jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Kursi strategis ini kini dipercayakan kepada Dr. H. Kurniawan, Ak., CA., yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Singaperbangsa Karawang. Masuknya figur akademisi ke lingkaran birokrasi daerah menimbulkan harapan sekaligus keraguan: apakah pengalaman di perguruan tinggi cukup untuk mengendalikan mesin birokrasi yang sarat kepentingan politik lokal?

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Promosi dan Rotasi Jabatan Tinggi

Selain Sekda, dua jabatan pimpinan tinggi pratama lainnya juga berganti wajah:

  • Lala Heryana dipromosikan menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.
  • dr. A.A. Ahmad Nurdin naik menjadi Kepala Dinas Kesehatan, meski sebelumnya namanya sempat dikaitkan dengan polemik pengadaan alat kesehatan.

Posisi Sekretaris Dinas Kesehatan yang ditinggalkan Ahmad Nurdin diisi oleh Agus Achmad Hamdani, yang sebelumnya bertugas di BPBD. Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan: apakah rotasi dilakukan untuk memperkuat kinerja, atau justru untuk meredam sorotan publik?

Perubahan di Tingkat Kecamatan

Sembilan kursi camat ikut bergeser. Beberapa pejabat dipromosikan dari sekretaris kecamatan, sementara lainnya dipindahkan lintas wilayah. Contoh mencolok:

  • Didin Budyana naik dari Sekretaris Kecamatan Rajapolah menjadi Camat Sukahening.
  • Gugun Gunawan, mantan pejabat BKPSDM, kini menjabat Camat Bojonggambir.
  • Hanifan Nugraha dipindahkan dari Sukahening ke Cikatomas.
  • Soufian bergeser dari Bojongasih ke Sukarame.

Rotasi ini menimbulkan dinamika baru di tingkat kecamatan, namun publik masih menunggu bukti nyata apakah pergantian pejabat akan berdampak pada kualitas pelayanan masyarakat.

Pergeseran di OPD

Rotasi juga menyentuh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

  • Hilmy Budiman dipromosikan menjadi Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik.
  • dr. Bonbon Sahroni dipindahkan ke Dinas Kesehatan.
  • Priliana Susanty dan Raden Mauludin Muchamad juga mendapat posisi baru.

Secara keseluruhan, mutasi ini mencakup 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 24 pejabat administrator, dan 29 pejabat pengawas.

Lampiran keputusan memang memuat detail jabatan lama dan baru, pangkat, serta eselon. Namun, absennya penjelasan mengenai dasar evaluasi menimbulkan kesan bahwa rotasi lebih berorientasi pada kepentingan politik ketimbang peningkatan kinerja birokrasi.

Publik berhak menuntut transparansi: apa indikator keberhasilan yang digunakan? Bagaimana mekanisme penilaian? Tanpa jawaban jelas, perombakan ini berisiko hanya menjadi ritual administratif yang minim dampak bagi pelayanan masyarakat.

Penulis : Chandra Foetra S

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo
Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:14 WITA

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Rabu, 9 September 2026 - 16:13 WITA

Warga Kabupaten Tasikmalaya Terima Bantuan Becak Listrik Program Presiden Prabowo

Rabu, 9 September 2026 - 14:36 WITA

Harga Pangan Tasikmalaya Masih Terkendali, Pasar Induk Disiapkan Pangkas Jalur Distribusi

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA