Newsline – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ibnu Rusy yang berlokasi di Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan dengan menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) bagi para peserta didik dari Kelompok Belajar (Pokjar) Kecamatan Cijeruk dan Cigombong. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 26 hingga 27 April 2025, bertempat di SD Negeri 1 Cipelang, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Cijeruk, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut, serta tokoh masyarakat setempat. Selain pelaksanaan ujian, dalam kegiatan ini juga digelar sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan kampanye “Stop Bullying” yang diikuti oleh 131 siswa-siswi dari Pokjar Cijeruk dan Cigombong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua IPSM Kecamatan Cijeruk, M. Jajang Saidi II, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta. Ia mengatakan bahwa dari total 40 siswa yang mengikuti UPK untuk Paket C dan B, seluruhnya mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Ia juga menegaskan bahwa ini merupakan kali pertama penyelenggaraan ujian untuk kelas jauh di wilayah Cijeruk, sementara Pokjar Cigombong sudah melaksanakan kegiatan serupa selama tiga tahun terakhir.
“PKBM tidak dibatasi oleh zona wilayah. Walau pusatnya berada di Cigudeg, kegiatan belajar tetap bisa dilakukan di Cijeruk dengan membentuk Pokjar,” ujarnya.
Perwakilan Yayasan Ibnu Rusy, Tubagus Akhmad, turut menyampaikan kebanggaannya atas kolaborasi yang terjalin antara PKBM Ibnu Rusy, IPSM, dan komunitas belajar dari Cigombong. Ia berharap kegiatan ini dapat membuka lebih banyak peluang pendidikan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan para peserta didik setelah mereka lulus dan memperoleh ijazah.
Sementara itu, Ketua Komunitas Tagar Motekart, Belgi Al Huda, menjelaskan bahwa meskipun kelas Paket A, B, dan C sudah berjalan di Cigombong dan kini merambah ke Cijeruk, penyelenggaraan kegiatan masih bernaung di bawah PKBM Ibnu Rusy yang telah mengantongi akreditasi B.
“Meski pelaksanaan dilakukan di tempat terpisah, dari segi administrasi dan legalitas, seluruh kegiatan tetap terdata dalam sistem PKBM Ibnu Rusy. Nantinya, ijazah resmi tetap diterbitkan oleh PKBM tersebut,” jelas Belgi.
Editor: Wandi Azis









