TASIKMALAYA, newsline.id – Keributan terjadi di Kampung Babakan Salak, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (1/4/2026). Sebuah bangunan yang dikenal sebagai Saung Taraju Jumantara (STJ) hangus dibakar warga. Insiden ini memicu perhatian luas setelah rekaman peristiwa beredar di media sosial.
Camat Taraju, Dedi Herniwan, menilai aksi tersebut sebagai bentuk luapan emosi masyarakat. Menurutnya, sebelumnya pihak kecamatan bersama tokoh agama telah berupaya mencari jalan keluar atas polemik yang muncul.
“Awalnya kegiatan di STJ sudah berhenti. Namun, muncul siaran langsung di TikTok yang dianggap menyinggung kebiasaan warga. Dari situlah muncul kekecewaan yang berujung pada pembakaran,” kata Dedi, Sabtu (4/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dedi memastikan kondisi kini terkendali. Barang-barang di lokasi sudah diamankan, sementara bangunan utama dirobohkan atas permintaan keluarga pemilik saung untuk mencegah konflik lanjutan. Ia menambahkan, pemilik saung tidak berada di tempat saat kejadian dan hingga kini belum bisa dihubungi.
Ketua MUI Desa Purwarahayu, Mumin Nurdin, mengungkapkan aksi massa berlangsung spontan. Ia menyebut pihaknya sudah mencoba melakukan mediasi, namun pemilik saung tidak pernah hadir.
“Kami berharap kasus ini ditangani sesuai hukum yang berlaku. Semua sudah kami serahkan kepada aparat berwenang,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang polemik keagamaan di wilayah Taraju. Aparat bersama tokoh masyarakat berkomitmen menjaga ketertiban dan menyerahkan penyelesaian kasus melalui jalur hukum. Polres Tasikmalaya saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









