SLHS Jadi Stempel Kosong? IPAL Dapur MBG Tasikmalaya Hilang dari Radar

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi polemik SLHS di Tasikmalaya. (*)

Ilustrasi polemik SLHS di Tasikmalaya. (*)

TASIKMALAYA, newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya kembali menuai kritik. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang seharusnya menjamin mutu dapur justru dipertanyakan.

Seperti yang terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Taraju, dapur MBG diduga membuang limbah ke perkebunan warga. Ironisnya, dapur tersebut sudah mengantongi SLHS, padahal Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum tersedia.

Penjelasan Dinkes

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Pengawasan Fasilitas Pelayanan dan Tempat Usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Epi Edwar Lutfi, menjelaskan bahwa dapur MBG masuk kategori Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) dengan izin langsung dari Kementerian Kesehatan. Ia menyebut ada tiga syarat utama sebelum izin diterbitkan:

  • 50 persen tenaga kerja bersertifikat keamanan pangan.
  • Inspeksi lingkungan oleh puskesmas dengan nilai minimal 80.
  • Uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air.

“Dari ketiga syarat itu baru bisa diverifikasi dan divalidasi, lalu izin SLHS keluar,” kata Epi, Rabu (18/2/2026).

Namun, ia mengakui ada kebijakan khusus dari kementerian yang membuat perizinan SPPG dilakukan manual, hanya berfokus pada tiga syarat tersebut. IPAL tidak masuk pertimbangan.

“Yang penting makanan aman bagi sasaran. Selebihnya dilompati,” ujarnya.

Epi juga mengungkap temuan baru: dapur MBG sebenarnya memiliki septic tank, tetapi tidak digunakan. “Saat diperiksa sebelumnya, dapur belum berproduksi,” tambahnya.

Data Perizinan

Pejabat fungsional Dinkes Tasikmalaya, Yusuf Rifai Romli, menyebut ada 149 dapur SPPG yang sudah mengajukan izin. Dari jumlah itu, 138 dapur resmi mengantongi SLHS.

Namun, ia belum bisa memastikan jumlah pasti dapur MBG di Tasikmalaya. “Jumlahnya terus bertambah. Itu bukan ranah kami, tugas kami hanya menerbitkan SLHS,” ujarnya.

Alarm Pengawasan

Kasus ini menyalakan lampu merah bagi pengawasan dapur MBG. Program yang seharusnya menjamin gizi anak-anak, ibu menyusui, dan lansia justru berpotensi mencemari lingkungan.

Pertanyaan publik pun mengemuka: apakah SLHS hanya sekadar stempel formalitas, sementara IPAL yang mestinya jadi benteng utama pengendalian limbah, malah diabaikan begitu saja?

Penulis : Ade-YR

Editor : TimNewsline/Red

Berita Terkait

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka
48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!
Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!
PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor
Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Pemilik Padepokan STJ Dilaporkan, Warga Purwarahayu Geruduk Polres Tasikmalaya
PT Kahaptex Dukung Gerakan Penanaman Pohon FKMGS di Cipelang
Gudang Padepokan Dibakar Gegara Live TikTok, Polisi Pastikan Penegakan Hukum Profesional
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 03:12 WITA

Mobil Berlogo Badan Gizi Nasional Terciduk Buang Sampah, Warga Tasikmalaya Murka

Selasa, 14 April 2026 - 18:54 WITA

48 Siswa PKBM Bina At-Taufiq “Diadu” TKA, Biar Lulusannya Nggak Cuma Sekadar Lulus!

Senin, 13 April 2026 - 17:29 WITA

Kasus Penipuan Rp500 Juta di Bekasi: Penyidik “Melempem”, Korban Teriak Minta Kapolres Turun Tangan!

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WITA

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 April 2026 - 13:42 WITA

Kekerasan Brutal di Cigombong, PWRI Bogor Raya Desak Polisi Tangkap Pelaku

Berita Terbaru

Jawa Barat

PKBM Ibnu Rusy Gelar Tes Kemampuan Akademik di Cigombong Bogor

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:52 WITA