Bupati Tasikmalaya Dorong TPID Tembus Hulu Bisnis: Distribusi Komoditas Harus Direformasi

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam menekan laju inflasi daerah melalui pendekatan yang lebih strategis dan menyentuh akar persoalan ekonomi lokal. Dalam kegiatan High Level Meeting & Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Aula Pendopo Baru, Selasa (21/10/2025), Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yaqin menyerukan agar TPID tidak hanya berfokus pada hilir, tetapi mulai menancapkan pengaruhnya langsung di hulu bisnis komoditas.

Dalam pidato arahannya, Bupati Cecep menyampaikan bahwa stabilitas harga dan daya beli masyarakat tidak akan tercapai tanpa intervensi serius terhadap rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang dan tidak efisien.

“Penetrasi TPID di wilayah hulu bisnis ini krusial. Kita harus memahami betul persoalan bisnis yang berdampak pada suplai dan harga barang,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengangkat contoh konkret dari komoditas beras, yang menurutnya menjadi cerminan ketimpangan distribusi. Beras hasil panen petani lokal di Leuwisari, alih-alih langsung masuk ke pasar-pasar di Kabupaten Tasikmalaya, harus melalui tengkulak, dijual ke Pasar Cikurubuk di Kota Tasikmalaya, lalu dibeli kembali oleh pedagang di Pasar Singaparna. Alur ini menyebabkan harga beras melonjak jauh dari harga awal, dan masyarakat lokal menjadi korban dari sistem yang tidak berpihak.

“Ini kan malah masyarakat kita yang rugi karena selisih harga menjadi jauh akibat rantai distribusi yang berputar-putar,” kritik Bupati Cecep.

Situasi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. TPID diminta untuk segera merumuskan solusi konkret yang dapat memangkas rantai distribusi dan memperpendek jalur logistik komoditas. Salah satu gagasan yang dilontarkan adalah pembentukan sistem distribusi berbasis kewilayahan, di mana pasar-pasar lokal difungsikan sebagai sentra penampungan hasil bumi dari wilayah terdekat.

“TPID harus mampu memberi jalan kepada petani dan pemilik kebun agar hasil panennya tidak perlu terdistribusi jauh untuk sampai ke pasar sekitar,” jelasnya.

Dalam skema ini, Pasar Ciawi akan difungsikan sebagai pusat distribusi untuk wilayah utara, sementara pasar di Taraju akan melayani wilayah barat. Dengan pembagian zonasi tersebut, hasil panen dapat langsung dijual di pasar terdekat, mengurangi ketergantungan pada perantara dan menekan biaya transportasi.

“Jadi dibagi untuk setiap wilayah, dan hasil bumi silakan isi di wilayah terdekat masing-masing,” pungkas Bupati.

Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan harga, tetapi juga untuk memperkuat posisi petani dan pelaku usaha lokal dalam rantai nilai komoditas. Dengan distribusi yang lebih efisien, margin keuntungan dapat lebih adil, dan daya beli masyarakat pun meningkat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemkab terkait, para camat, pengelola Sistem Pengendalian Pangan dan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Tasikmalaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih sehat dan berkeadilan.

Langkah strategis yang digagas Bupati Cecep ini menjadi sinyal kuat bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan intervensi harga, tetapi harus menyentuh struktur distribusi dan pola bisnis yang selama ini menjadi sumber ketimpangan. TPID diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan inovasi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Chandra Foetra S

Berita Terkait

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja
Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026
Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kesehatan Jiwa Bukan Hal Tabu: RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Dorong Peran Aktif Masyarakat dan Layanan Inklusif
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Hari Santri Nasional 2026, Hj. Yuli Nurhayati Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Santri Sehat, Negeri Kuat! Otong Kusmana Dorong Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WITA

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:34 WITA

Seluruh Kepala Bagian Setda Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Camat se-Kabupaten Tasikmalaya Kompak Sampaikan Ucapan Hari Santri Nasional 2026, Tono Haeruman: Santri Berdaya, Negeri Jaya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WITA

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Kepala Desa Papayan Sumarna Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA