Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciburuy resmi melaksanakan grand opening sekaligus *running* dapur pada Sabtu, 7 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya Kepala Desa Ciburuy, Babinkamtibmas, Babinsa, Ketua Karang Taruna, Mitra Dapur, PT Sahira Tour Group, tokoh masyarakat, RT 01/RW 10 Desa Ciburuy, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan Yayasan Taman Jendela Ilmu Banjarmasin, Saprudin yang akrab disapa Adit, menyampaikan komitmen yayasan dalam mendukung penuh operasional dapur SPPG Ciburuy. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas bahan baku sebagai faktor utama dalam menjaga mutu makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengelola SPPG kami amanat kan untuk selalu meningkatkan kualitas, terutama kualitas bahan baku. Jangan sampai bahan bakunya tidak bagus karena itu akan berdampak langsung pada kualitas makanan,” ujar Adit.
Selain itu, ia juga menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan. Menurutnya, pengawasan distribusi sangat penting untuk mencegah adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Yayasan akan melakukan pengawasan dengan penuh tanggung jawab, termasuk kepada para pendistribusi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa agar turut melakukan pengawasan,” tambahnya.
Adit juga menjelaskan bahwa SPPG Ciburuy melibatkan UMKM setempat dalam penyediaan bahan baku, serta menyerap sekitar 70 persen sumber daya manusia (SDM) dari masyarakat sekitar. Ia berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program pemerintah ini sangat baik untuk masyarakat dan harus terus dijaga keberlangsungannya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Ciburuy, Amirraiz Fachrudin Hasibuan, menyampaikan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh operasional dapur SPPG Ciburuy.
“Peran saya sebagai kepala SPPG adalah memastikan seluruh kegiatan dan operasional dapur berjalan dengan baik. Semua yang berkaitan dengan dapur ini menjadi tanggung jawab saya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah relawan yang terlibat sebanyak 47 orang, dengan tiga di antaranya merupakan tenaga profesional, yaitu akuntan dan ahli gizi, termasuk dirinya sendiri, menjadi 50 orang.
“Harapan saya, kegiatan ini dapat berjalan lancar, mendapat dukungan dari masyarakat, serta distribusi makanan kepada anak-anak dapat merata. Semoga tujuan Presiden RI melalui program ini dapat terlaksana dengan baik tanpa hambatan,” pungkasnya.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Tim Redaksi









