Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan lingkungan, pendidikan, dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua KKN, Asep Muhendar, menyampaikan bahwa kegiatan KKN menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
“KKN ini mengajarkan kami untuk lebih peka terhadap persoalan di masyarakat. Kami berupaya hadir bukan hanya menjalankan program, tetapi juga membangun kebersamaan dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan, meski sederhana,” ujar Asep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap program-program yang telah dirintis oleh mahasiswa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat setelah masa KKN berakhir.
“Kami berharap apa yang sudah kami mulai bisa menjadi pemicu kemandirian masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan penguatan UMKM,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Penjamin Mutu UMBARA, Irma Wahyuni, menjelaskan bahwa tim monitoring KKN telah melakukan kunjungan ke dua titik posko, yakni di Kecamatan Ciawi dan Cigombong. Tim monitoring tersebut terdiri dari dirinya bersama Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wawan.
“Kami melakukan diskusi dan monitoring untuk melihat sejauh mana program KKN berjalan, kendala yang dihadapi mahasiswa, serta bagaimana mereka menciptakan solusi. Fokus utama kami adalah dampak dan keberlanjutan program bagi masyarakat,” jelas Irma.
Menurutnya, program KKN saat ini harus bersifat berdampak langsung. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi permasalahan di masyarakat dan berkontribusi dalam memberikan solusi yang nyata, khususnya pada sektor pemberdayaan masyarakat dan kewirausahaan.
“Dari laporan yang kami terima, program yang dijalankan mahasiswa sudah sangat baik, inovatif, dan cukup berdampak. Program-program tersebut menyentuh langsung permasalahan di masyarakat, seperti pengelolaan sampah yang belum terorganisir, kebersihan, dan kesehatan,” ungkapnya.
Terkait program UMKM, Irma menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung Asta Cita, yakni membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis usaha kecil.
“UMBARA sebagai institusi pendidikan juga merefleksikan dan mendukung program pemerintah. Hal ini sejalan dengan visi UMBARA sebagai universitas Muhammadiyah yang unggul, berjiwa entrepreneur, dan religius,” tambahnya.
Ia berharap mahasiswa KKN dapat menyelesaikan seluruh program yang masih berjalan dalam sisa waktu sekitar enam hari ke depan, serta meninggalkan kesan positif dan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam literasi pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan kewirausahaan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UMBARA, Wawan, menilai kehadiran mahasiswa KKN telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Mahasiswa membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah, pengembangan UMKM, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sertifikasi halal. Semua itu kami fasilitasi melalui peran aktif mahasiswa KKN,” ujarnya.
Wawan juga menekankan pentingnya UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi justru ditopang oleh industri kecil dan menengah.
“UMKM harus terus ditumbuhkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Alhamdulillah, dengan kebijakan pemerintah yang mempermudah perizinan usaha dan membuka akses permodalan, peluang pengembangan UMKM semakin besar. Harapannya, pertumbuhan ekonomi dapat ditopang oleh ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Tim Redaksi









