Dua KDMP Menjepit Kantor Camat Padalarang, KBB: Ada Juga yang di Gunung, Ini Perencanaan Atau Permainan?

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) sekaligus Praktisi Hukum/Akdemisi, Dr. Suriyanto.Pd., SH., MH., Mkn.,//jabar.newsline.id//

Poto: Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) sekaligus Praktisi Hukum/Akdemisi, Dr. Suriyanto.Pd., SH., MH., Mkn.,//jabar.newsline.id//

Newsline.id – Jawa Barat,- Ada yang aneh terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Tepatnya di Kantor Kecamatan Padalarang, KBB, Jawa Barat. Kantor negara itu sekarang “dijepit” oleh dua gedung Koperasi Desa Merah Putih program mulia untuk rakyat desa.

Kedua bangunan KDMP tersebut lokasinya di Kampung Sodong, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang. Jaraknya sangat dekat. Berdempetan dengan kantor camat. Seolah tidak ada lahan lain di seluruh Padalarang.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah program Presiden Prabowo yang mulia. Tujuannya: memotong mafia pangan, menstabilkan harga, dan menguatkan ekonomi rakyat desa.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi pertanyaannya: untuk apa membangun 2 gedung KDMP yang lokasinya saling berdekatan diantara kantor camat, bahkan menempel di halaman Kantor Camat Padalarang ? Ini efisiensi atau pemborosan atau ingin merusak program Presiden ?

Logika perencanaan paling mendasar adalah: 1 kecamatan, pemetaannya jelas. 1 desa, 1 KDMP. Jangkauannya merata ke seluruh perkampungan. Lha ini malah 2 gedung numpuk di Kampung Sodong, Desa Cipeundeuy saja.

Bagaimana dengan desa dan kampung lain di Kecamatan Padalarang ? Apakah mereka tidak butuh KDMP? Atau memang dari awal tidak ada perencanaan sama sekali ?

Keanehan ini belum selesai. Ada informasi yang beredar, ada juga bahwa salah satu Gedung KDMP justru dibangun di atas gunung. Jauh dari keramaian, jauh dari akses warga, jauh dari pasar.

KDMP di atas gunung ? Untuk siapa ? Truk sembako mau naik bagaimana ? Warga mau belanja bagaimana ? Ini koperasi untuk rakyat, atau monumen di puncak ?

Kalau benar dibangun tanpa studi kelayakan, tanpa pemetaan, tanpa dengar aspirasi warga, maka ini bukan KDMP. Ini proyek asal jadi.

Dan yang paling berbahaya: ini sama saja merusak program Presiden. Membuat rakyat bertanya, “Apakah program KDMP ini benar untuk kami, atau hanya untuk habiskan anggaran?”

Pola ini kita kenal. Proyek dibagi-bagi. Lokasi dipilih karena kedekatan, bukan kebutuhan. Yang untung segelintir orang. Yang rugi rakyat Padalarang.

Padahal di desa lain, warga masih jalan jauh untuk ke koperasi. Di Padalarang, ada pula dua gedung justru berebut di satu titik: hanya bersebelahan dengan Kantor Camat, dibangun dua Gedung KDMP.

Ini preseden buruk untuk seluruh KBB. Kalau dibiarkan, KDMP akan dicap sebagai “program proyek” bukan “program rakyat”. Nama baik Presiden ikut tercoreng, hal ini harus ditindak tegas oleh pemerintah pusat.

Karena itu kami tuntut: PERIKSA TUNTAS. Periksa penyelenggara KDMP Kecamatan Padalarang. Periksa tim perencana di Kabupaten Bandung Barat. Periksa juga penyelenggara yang di pusat, siapa yang bermain.

Audit lokasinya di Kampung Sodong. Audit juga KDMP yang dibangun di atas gunung itu yang ramai diperbincangkan oleh warganet. Audit anggarannya. Audit siapa kontraktornya, siapa pengurusnya.

Cocokkan dengan Juknis Kemenkop. Kalau menyimpang, copot. Kalau ada unsur korupsi dan pemborosan, proses hukum. Jangan kasih ampun.

Kantor Camat Padalarang bukan tempat mangkal proyek. KDMP bukan untuk pajangan. Ini soal perut rakyat Desa Cipeundeuy dan seluruh KBB. Presiden sudah kasih komando. Jangan dikotori oleh kerja ngasal. Benahi sekarang, sebelum kepercayaan rakyat habis.

Artikel ini ditulis oleh Praktisi Hukum/Akdemisi/Ketum PWRI, Dr. Suriyanto.Pd., SH., MH., Mkn.,

Penulis : Chandra Foetra S

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WITA

PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA