Gubernur Dedi Mulyadi Sidak Pabrik Aqua di Subang: Bongkar Sumber Air, Dampak Lingkungan dan Transparansi Iklan Disorot

Minggu, 26 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Jawa Barat,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik air minum dalam kemasan merek Aqua milik PT Tirta Investama di Kabupaten Subang. Dilansir dari sejumlah portal media, sidak yang dilakukan pada Senin, 20 Oktober 2025, ini dipicu oleh meningkatnya keresahan masyarakat terkait dugaan eksploitasi sumber air tanah secara berlebihan dan ketidaksesuaian antara narasi iklan Aqua dengan realitas di lapangan.

Sidak yang Mengguncang Persepsi Publik

Dalam video dokumentasi yang diunggah melalui kanal YouTube resmi KDM, terlihat sang gubernur menyusuri area produksi dan berbincang langsung dengan sejumlah karyawan. Salah satu momen paling mencolok adalah ketika KDM mempertanyakan asal-usul air yang digunakan oleh Aqua. “Airnya dari bawah tanah, Pak,” jawab seorang petugas pabrik, yang memicu ekspresi terkejut dari KDM.

Temuan ini bertolak belakang dengan citra yang selama ini dibangun oleh Aqua melalui iklan-iklannya, yang menyebutkan bahwa air berasal dari mata air pegunungan. KDM menilai bahwa narasi tersebut telah membentuk persepsi publik yang keliru. “Pemahaman orang itu adalah air Aqua itu air yang begini, karena banyak yang percaya berasal dari mata air pertama pegunungan,” ujarnya dalam video tersebut.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi Perusahaan dan Kontroversi Iklan

Pihak manajemen pabrik tidak dapat ditemui langsung saat sidak berlangsung karena sedang menghadiri acara lain. Namun, dalam pernyataan terpisah, Aqua menyampaikan bahwa sumber air mereka memang berasal dari sumur bor dalam, yang telah melalui proses filtrasi dan pengawasan ketat sesuai standar industri. Mereka juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas pengambilan air telah mendapatkan izin resmi dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.

Meski demikian, KDM menyatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan audit menyeluruh terhadap izin pemanfaatan air tanah dan dampak ekologisnya. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam iklan produk, terutama yang menyangkut sumber daya alam dan kesehatan publik.

Dampak Infrastruktur dan Keluhan Warga Sekitar

Sidak KDM tidak hanya menyasar sumber air, tetapi juga aspek distribusi dan dampak operasional perusahaan terhadap infrastruktur lokal. Ia sempat menghentikan sejumlah truk pengangkut galon Aqua untuk memeriksa surat kendaraan dan kapasitas muatan. Temuan awal menunjukkan bahwa beberapa truk mengalami kelebihan muatan dan menggunakan kendaraan tua, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan dan mempercepat kerusakan jalan.

Warga sekitar pabrik juga mengeluhkan penurunan debit air sumur dan kekeringan yang diduga akibat aktivitas pengeboran air tanah oleh perusahaan. Beberapa di antaranya menyampaikan langsung kepada KDM bahwa sumur mereka mulai mengering sejak intensitas produksi Aqua meningkat. KDM berkomitmen untuk menyeimbangkan kepentingan industri dengan hak masyarakat atas air bersih dan keberlanjutan lingkungan.

Reaksi Publik dan Implikasi Kebijakan

Sidak ini memicu perdebatan luas di media sosial dan ruang publik. Sebagian warganet mendukung langkah KDM sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat dan transparansi industri, sementara sebagian lainnya mengkritik gaya komunikasi KDM yang dinilai terlalu frontal dan berpotensi menimbulkan keresahan konsumen.

Di tengah polemik ini, KDM menegaskan bahwa sidak dilakukan bukan untuk menjatuhkan perusahaan, melainkan untuk memastikan bahwa praktik industri berjalan sesuai dengan prinsip keadilan ekologis dan etika bisnis. Ia juga membuka ruang dialog dengan pihak Aqua dan masyarakat untuk mencari solusi bersama.

Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari sumber.

Penulis : Chandra F Simatupang

Editor : Chandra Foetra S

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WITA

PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA