Kontroversi Joget THR Lebaran 2025.

Jumat, 4 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

BINTUNI, papua.jabar.newsline.id – Joget bagi-bagi THR beredar di berbagai media sosial, joget ini kemudian menjadi Trend pada Lebaran 2025 kemaren.

Banyak orang yang melakukan joget THR untuk berbagi kebahagiaan dengan sanak keluarga dan saudara.

Joget THR kemudian di gandrungi oleh pejabat, pegawai swasta, karyawan, guru, hingga ibu rumah tangga, mereka berlomba-lomba menunjukkan kemampuan joget terbaiknya.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trend Joget THR dengan cepat menular karena daya tarik emosional di momen lebaran dan gerakannya yang mudah di tiru. Lebaran 2025 menjadi semarak paling meriah di dunia maya bersama trend Joget THR.

Belakangan Tarian THR kemudian di kaitkan dengan tarian Yahudi, komentar netisen pun kemudian ramai bermunculan, ada yang setuju tetapi juga banyak yang menghujat.

Kompasiana menulis, Fenomena Joget THR ini adalah Fenomena Fear Of Mising Out (FOMO), fenomena psikologis dimana  seseorang merasa cemas dan takut ketinggalan informasi, pengalaman, atau aktivitas, yang sedang terjadi di sekitarnya, di picu oleh penggunaan media social.

Joget THR bukan hanya merupakan ekspresi kegembiraan, tetapi juga merupakan bentuk menghadirkan diri secara Eksis dalam pergaulan sosial yang sedang ramai di dunia maya. (Redaksi).

Berita Terkait

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Dalami Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3, Tujuh Terduga Pelaku Terindentifikasi
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
29 Siswa Siswi SMA Negeri 1 Cigalontang dikukuhkan Sebagai Paskibra Merah Putih Tingkat Kecamatan
PGRI Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Ucapan Selamat Milangkala ke-394 Tahun 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:23 WITA

Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Dalami Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3, Tujuh Terduga Pelaku Terindentifikasi

Berita Terbaru