Newsline.id – Purwakarta, Jawa Barat,- Di tengah gelapnya malam dan sunyi yang menyelimuti Kampunh Cisantri, RT 01/01, Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, sebuah dentuman keras membangunkan warga sekitar. Pukul 03.00 WIB, sebagian bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Waahidah ambruk, meninggalkan puing-puing dan kepedihan yang mendalam bagi komunitas pendidikan setempat, Sabtu, (13/9/2025).
Bangunan yang selama ini menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan siswa itu kini porak-poranda. Ruang kelas yang biasanya dipenuhi suara semangat belajar kini sunyi, tertutup oleh reruntuhan kayu, genting, dan tembok yang runtuh. Atap-atap yang dulu melindungi dari panas dan hujan kini menjadi bagian dari puing yang berserakan. Aktivitas belajar mengajar pun terpaksa dihentikan, menyisakan kekhawatiran akan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Namun, di balik musibah ini, cahaya harapan mulai menyinari. Pemerintah daerah Purwakarta bergerak cepat. Tak lama setelah kejadian, alat berat dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pembersihan dan evakuasi. Petugas dari berbagai instansi turun tangan, menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap dunia pendidikan yang tengah diuji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan Yayasan Al-Waahidah, Ahmad Zaki, tak kuasa menyembunyikan rasa haru atas respons yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Saepul Bahri Bin Zein dan seluruh jajaran pemerintah daerah atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dukungan ini bukan hanya soal fisik, tapi juga moral bagi kami yang sedang berjuang,” ungkapnya.
Ahmad Zaki menambahkan bahwa pihak yayasan masih menunggu hasil investigasi resmi terkait penyebab ambruknya bangunan. “Kami berharap penyebab kejadian ini dapat segera diketahui agar langkah-langkah perbaikan dan pencegahan dapat dilakukan dengan tepat. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang di masa depan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar membangun kembali fisik sekolah, Yayasan Al-Waahidah berkomitmen untuk membangun semangat baru. Bersama pemerintah daerah, mereka merancang langkah-langkah strategis untuk mempercepat pemulihan. Mulai dari perencanaan konstruksi yang lebih kokoh, hingga penyediaan ruang belajar sementara agar proses pendidikan tetap berjalan.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kami tidak kehilangan semangat belajar. Kami akan terus berupaya agar MTs Al-Waahidah tidak hanya pulih, tapi bangkit dengan kualitas yang lebih baik,” tegas Ahmad Zaki.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi yang harus dijaga bersama. Di tengah reruntuhan, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi bahan bakar utama untuk membangun kembali. MTs Al-Waahidah bukan hanya bangunan, tapi simbol harapan bagi generasi masa depan. (Dafit)









