Oknum Kades Desa Panilan Jaya Kecamatan Tiloan Mundur Dari Jabatan

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol, Newsline. Id Oknum Kepala Desa (Kades) SP, Desa Panilan Jaya Kecamatan Tiloan Kabupaten Buol provinsi Tengah (Sulteng) mengundurkan diri dari jabatan sebagai Kades, Adapun Surat Pengunduran diri dengan nomor : 140/02.01/KD, yang di tunjukan kepada Bupati Buol Cq Camat Tiloan tertanggal, 6 Januari 2025 dan di tandatangani di atas materai 10.000, di duga karena tidak tahan tekanan maupun kritikan dari masyarakat saat pembahasan anggaran desa melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Desa tahun 2025 yang di gelar awal bulan ini di desa itu.
Dari surat yang di buat oknum kades tersebut berisi 2 point alasan tentang pengunduran dirinya Dari Jabatan Kepala Desa Panilan Jaya yaitu :

1. Umur 57 tahun kemampuan sudah berkurang

2. Dalam Hal Pelaksanaan APBD Desa Terlalu Di Paksakaan Oleh Masyarakat Usulan Yang Tidak Proritas Dalam Peraturan Mentri Desa Dan Mentri Keuangan, Yang Di Nilai Oleh Pemerintah Desa, Dalam Hal Ini Kepala Desa, Bisa Berakibat Hukum, Di Kemudian Hari, Untuk Menghindari Akibat Di Kemudian Hari Itu. Saya Mundur Dari Jabatan Kepala Desa. Di Mohon Bupati Buol CQ, Camat Tiloan Memproses Usulan Ini,

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi Hal Tersebut Jufrin Is Lamadang, SE Camat Tiloan pada Media ini melalui Via Telpon Selasa 7/1/2025,menjelaskan benar surat pengunduran diri oknum kades SP sudah masuk di kantor kecamatan, akan tetapi jika beralasan hanya karena adanya tekanan usulan masyarakat terkait program prioritas di desa saat pengambilan gagasan lewat musrembang, kades itu sedikit keliru sebab sejatinya selaku pemdes setidaknya menampung setiap usulan dari warga.

“saat kegiatan musrembang di desa itu kebetulan saya hadir bersama-sama masyarakat serta unsur muspicam mendengarkan gagasan dan usulan dari warga.. “ ujar Camat Tiloan Jufrin.

Lanjut Jufrin di saat kegiatan berlangsung ada warga yang mengusulkan kepada pemerintah Desa agar memperhatikan jalan pekuburan dalam desa menjadi program prioritas untuk di anggarkan, namun karena kades merasa keberatan dengan usulan dan kritik warga yang dianggap belum prioritas tersebut sehingga membuat suasana pertemuan berubah menjadi alot kades sempat berdiri dan saling balas adu mulut di hadapan warga yang hadir,.

“di saat itu saya selaku Camat langsung ambil alih pertemuan untuk menenangkan suasana musrembang desa itu. “ Ujar Jufrin.

Camat Jufrin menjelaskan kades tersebut meminta kepada warga agar usulan seperti itu di sampaikan secara pribadi atau datang langsung di kantor desa bukan di sampaikan lewat forum terbuka.

Meski demikian sebelumnya Kades Penilan Jaya sudah beberapa kali menyampaikan kepada saya selaku camat untuk meminta mundur dari jabatan kades karena alasan faktor usia dan sibuk mengurus kebun setiap hari, setelah kejadian itu situasi dan kendisi masyarakat di desa berjalan seperti biasa aman dan terkedali.

“.kebetulan saya hari ini akan menghadiri musrembang desa di desa Kokobuka dan saya akan singga di desa itu mempertanyakan kembali jika memang sudah niat mundur saya akan koordinasikan langsung ke Bupati. “ demikian Camat Tiloan Jufrin Is Lamadang sambil menutup telponya (utam)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WITA

PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA