Proyek Rekonstruksi Jalan Bohlam–Ciburayut Kian Dikritik: Lantai Dasar Tak Tertutup Beton, Area Private Justru Lebih Rapih Ada Apa?

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : lebar Lantai dasar yang tidak tertutup beton

Gambar : lebar Lantai dasar yang tidak tertutup beton

Newsline, Bogor — Temuan terbaru pada proyek Rekonstruksi Jalan Bohlam–Ciburayut di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kembali memperkuat dugaan pelanggaran teknis serta ketidaktransparanan dalam pelaksanaan proyek senilai Rp924 juta tersebut.

Hasil investigasi lapangan pada 4 Desember 2025 menemukan di salah satu titik, lantai dasar jalan dengan lebar sekitar 20–40 cm tidak tertutup beton sehingga material tanah masih terlihat terbuka.

Ironisnya, tidak jauh dari lokasi tersebut justru ditemukan area halaman sebuah rumah/villa yang dibeton dengan rapi, bahkan terhubung langsung dengan badan jalan. Kondisi kontras ini menimbulkan dugaan adanya penyimpangan pemanfaatan volume beton pada area yang tidak termasuk dalam paket pekerjaan.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mandor proyek mengklaim beton yang mengarah ke area villa merupakan bagian dari jatah oprit lingkungan dan masuk kategori fasilitas umum.

Namun pada kesempatan lain, mandor mengakui adanya kelebihan volume beton dalam perhitungan internal mereka.

“Ini mengikuti gambar jalan 4,5 meter sesuai ketentuan. Lebarnya variatif, ada yang 4 meter dan ada yang 4,5 meter mengikuti kondisi lahan di lapangan. Kita sudah lebih dari volume total, kelebihan 2 meter,” ujarnya.

Gambar : area halaman yang tampak rapi oleh beton proyek rekontruksi jalan bohlam Ciburayut
Gambar : area halaman yang tampak rapi oleh beton proyek rekontruksi jalan bohlam Ciburayut

Ketika ditanyakan mengenai kesalahan pengukuran antara lebar Lantai dasar dan volume beton, mandor menjawab:

“Di kita kelebihan. Rencana awal mau ditutup semua, kalau ditutup semua jadi 5,5 meter. Ini kita sudah lebih dari volume total, sudah kelebihan 2 meter.”

Saat awak media menyoroti lantai dasar yang dibiarkan terbuka tanpa penutupan beton, mandor hanya menanggapi singkat:

“Rencana sama realisasi kadang beda.”

Temuan ini menambah daftar dugaan penyimpangan pengerjaan yang sebelumnya juga banyak disorot, di antaranya:

  • Beton box culvert retak hanya dalam hitungan hari setelah pengecoran lantai dasar
  • Sambungan culvert bocor karena tanpa besi kuncian
  • Unit culvert miring akibat tanah dasar tidak dipadatkan
  • Pagar masjid di sekitar lokasi proyek ambruk dan belum diperbaiki
  • Dugaan pembiaran beton tercecer di sepanjang jalan

Dengan berbagai temuan di lapangan, publik kini menanti langkah tegas Pemkab Bogor melalui Dinas PUPR untuk:

1. Melakukan audit fisik serta volume pekerjaan secara menyeluruh
2. Memastikan metode pelaksanaan sesuai dokumen kontrak
3. Menjatuhkan sanksi tegas bila ditemukan pengurangan spesifikasi
4. Meminta kontraktor memperbaiki seluruh kerusakan dan dampaknya

Jabar.Newsline.id akan terus mengawal perkembangan proyek ini, karena menyangkut keselamatan publik dan penggunaan uang negara.

Penulis : Wandi Azis

Editor : Chandra F Simatupang

Berita Terkait

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Proyek Gedung Dukcapil Syarat Penyimpangan: Kepala Bidang Bangunan DPUTRLH Tasikmalaya Diduga Menghindar dari Media
Rencana Aksi Aliansi Cineam-Karangjaya ke Polres Tasikmalaya Kota Dibatalkan Demi Kondusifitas
Kondusifitas Wilayah Cineam-Karangjaya Memanas, Ratusan Masa Berencna Akan Gelar Aksi di Polres Tasikmalaya Kota
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:33 WITA

PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA