Newsline, Bogor — Temuan terbaru pada proyek Rekonstruksi Jalan Bohlam–Ciburayut di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, kembali memperkuat dugaan pelanggaran teknis serta ketidaktransparanan dalam pelaksanaan proyek senilai Rp924 juta tersebut.
Hasil investigasi lapangan pada 4 Desember 2025 menemukan di salah satu titik, lantai dasar jalan dengan lebar sekitar 20–40 cm tidak tertutup beton sehingga material tanah masih terlihat terbuka.
Ironisnya, tidak jauh dari lokasi tersebut justru ditemukan area halaman sebuah rumah/villa yang dibeton dengan rapi, bahkan terhubung langsung dengan badan jalan. Kondisi kontras ini menimbulkan dugaan adanya penyimpangan pemanfaatan volume beton pada area yang tidak termasuk dalam paket pekerjaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mandor proyek mengklaim beton yang mengarah ke area villa merupakan bagian dari jatah oprit lingkungan dan masuk kategori fasilitas umum.
Namun pada kesempatan lain, mandor mengakui adanya kelebihan volume beton dalam perhitungan internal mereka.
“Ini mengikuti gambar jalan 4,5 meter sesuai ketentuan. Lebarnya variatif, ada yang 4 meter dan ada yang 4,5 meter mengikuti kondisi lahan di lapangan. Kita sudah lebih dari volume total, kelebihan 2 meter,” ujarnya.

Ketika ditanyakan mengenai kesalahan pengukuran antara lebar Lantai dasar dan volume beton, mandor menjawab:
“Di kita kelebihan. Rencana awal mau ditutup semua, kalau ditutup semua jadi 5,5 meter. Ini kita sudah lebih dari volume total, sudah kelebihan 2 meter.”
Saat awak media menyoroti lantai dasar yang dibiarkan terbuka tanpa penutupan beton, mandor hanya menanggapi singkat:
“Rencana sama realisasi kadang beda.”
Temuan ini menambah daftar dugaan penyimpangan pengerjaan yang sebelumnya juga banyak disorot, di antaranya:
- Beton box culvert retak hanya dalam hitungan hari setelah pengecoran lantai dasar
- Sambungan culvert bocor karena tanpa besi kuncian
- Unit culvert miring akibat tanah dasar tidak dipadatkan
- Pagar masjid di sekitar lokasi proyek ambruk dan belum diperbaiki
- Dugaan pembiaran beton tercecer di sepanjang jalan
Dengan berbagai temuan di lapangan, publik kini menanti langkah tegas Pemkab Bogor melalui Dinas PUPR untuk:
1. Melakukan audit fisik serta volume pekerjaan secara menyeluruh
2. Memastikan metode pelaksanaan sesuai dokumen kontrak
3. Menjatuhkan sanksi tegas bila ditemukan pengurangan spesifikasi
4. Meminta kontraktor memperbaiki seluruh kerusakan dan dampaknya
Jabar.Newsline.id akan terus mengawal perkembangan proyek ini, karena menyangkut keselamatan publik dan penggunaan uang negara.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Chandra F Simatupang









