RSIA Kasih Fatimah Angkat Bicara Terkait Dugaan Malpraktik

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAMOBAGU|jabar.newsline.id — Gerah dengan pemberitaan yang terkesan menyudutkan pihak yayasan RSIA Kasih Fatimah, akhirnya ketua Yayasan Dr Fatimah, Sitti Masita, S.H,. M.H angkat bicara melalui konfrensi pers, Senin (2/3/2025).

Dr Fatimah didampingi pengurus yayasan dan beberapa petugas medis mengatakan bahwa tuduhan yang disampaikan beberapa media di publik sangat tidak mendasar dan terkesan menyudutkan RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu.

“Semua pemberitaan yang menyudutkan pihak RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu sangat tidak mendasar,mereka menuduh tanpa bukti dan terkesan menyalahkan kami selaku penanggung jawab Rumah Sakit”,ucap Dr Siti.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tambah Siti, pihak RSIA Kasih fatimah sudah melakukan tindakan penanganan pasien sesuai dengan Prosedur Standar Operasi (SOP).Tidak ada yang dilakukan sesuai dengan kebijakan pribadi.

“Operasi terhadap pasien sudah kami lakukan sesuai SOP,dan bukti-bukti kesepakatan antara pihak keluarga dengan RSIA Kasih Fatimah kami kantongi”,jelas Siti.

Selanjutnya Siti dalam konfrensi pers menjelaskan terkait tuduhan hilangnya salah satu organ tubuh yang menjadi penyebab kematian pasien Almarhumah Nazwa Gomba (19) .

“Jadi dalam penanganan secara medis kepada pasien,kami menemukan adanya kista yang terbungkus ovarium,yang mana ketika tidak segerak dilakukan penindakan maka akan menjadi penyebab kematian”,tegasnya.

“Jika kami membiarkan kista yang sudah berukuran kurang lebih 8 cm didalam tubuh pasien maka itu berpotensi kematian,dan dalam aturan kedokteran jika pihak medis sudah mengetahui adanya potensi kematian kemudian dibiarkan maka yang akan disalahkan adalah pihak medis, sehingganya dalam operasu tersebut kami melakukan pengangkatan”,tutupnya.

Diketahui,konfrensi pers ini dilaksanakan oleh Pihak RSIA Kasih Fatiamah untuk menjelaskan ke publik bahwa apa yang sudah diberitakan oleh beberapa media yang menuduh RSIA melakukan malllpraktek tidak benar.(**)

Berita Terkait

Ketum PWRI: Toa Masjid Kampus vs Kedaulatan Digital, Siapa Musuh Bangsa Sebenarnya?
NFT Pertanyakan Legalitas Dapur Gizi di Tasikmalaya
ARK1LYZ Indonesia Laporkan Bangunan BUMN Tak Berizin ke Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya
Komisi IV DPRD Tasikmalaya Kritik Disdikbud Soal Keterlambatan Gaji Guru Honor PW
Pengadaan Hewan Kurban Tahun 2026 Senilai Miliaran Rupiah di Tasikmalaya: Kasus Lama Ditutup, Anggaran Baru Dipertanyakan
Proyek Alkes Miliaran Rupiah di Tasikmalaya Tahun 2025 Mandek: Barang Mendadak Ada Saat Polisi Akan Gelar Perkara, Ini Penjelasan Irban Dua
Proyek Alkes di Tasikmalaya: Barang Hilang, Mendadak Ada, Polisi Siap Gelar Perkara
Dapur MBG: Stunting Tumbang, Lingkungan Berantakan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:23 WITA

Ketum PWRI: Toa Masjid Kampus vs Kedaulatan Digital, Siapa Musuh Bangsa Sebenarnya?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:08 WITA

NFT Pertanyakan Legalitas Dapur Gizi di Tasikmalaya

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:57 WITA

ARK1LYZ Indonesia Laporkan Bangunan BUMN Tak Berizin ke Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WITA

Komisi IV DPRD Tasikmalaya Kritik Disdikbud Soal Keterlambatan Gaji Guru Honor PW

Senin, 18 Mei 2026 - 14:25 WITA

Pengadaan Hewan Kurban Tahun 2026 Senilai Miliaran Rupiah di Tasikmalaya: Kasus Lama Ditutup, Anggaran Baru Dipertanyakan

Berita Terbaru