Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota Dalami Kasus Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3, Tujuh Terduga Pelaku Terindentifikasi

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota tengah mendalami secara serius kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa kelas 10 SMAN 3 Tasikmalaya, Jawa Barat. Langkah hukum ini dilakukan setelah kepolisian menerima laporan resmi dari pihak terkait, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Baca juga link berita sebelumnya dibawah ini;

https://jabar.newsline.id/operasi-gabungan-polda-jabar-sapu-bersih-premanisme-dan-miras-di-alun-alun-singaparna-tasikmalaya/

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, menegaskan pihaknya bergerak cepat sejak laporan masuk. “Kami sudah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas terkait, dalam hal ini UPTD Pendidikan. Sampai saat ini kami masih melakukan pendalaman menyeluruh terkait peristiwa tersebut,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga melibatkan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya Kota. Mengingat korban maupun pelaku masih berstatus anak di bawah umur, Unit PPA melakukan pendampingan khusus serta menjalin komunikasi intensif dengan jajaran pemerintah daerah. “Kanit PPA tengah melakukan komunikasi langsung dengan Ibu Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya agar seluruh langkah penanganan mendapat dukungan penuh dari pemangku kebijakan daerah,” tambah AKP Januar.

Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian telah mengidentifikasi tujuh orang siswa yang berstatus terduga pelaku. Peristiwa ini diduga berakar dari praktik senioritas di lingkungan sekolah. Kronologi bermula ketika korban melakukan pelanggaran aturan sekolah dan telah ditindak oleh pihak sekolah. Para siswa senior kemudian bermaksud mengingatkan korban, namun tindakan tersebut berubah menjadi dugaan perundungan berupa penamparan. “Motifnya diduga berasal dari tradisi senioritas. Awalnya bertujuan baik, tetapi karena tindakannya tidak terukur akhirnya mengakibatkan dugaan aksi perundungan,” jelas AKP Januar.

Saat ini, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan maraton untuk memetakan peran masing-masing terduga pelaku serta memastikan tidak ada pihak yang terlewatkan. Kepolisian juga menekankan pentingnya perlindungan psikologis bagi korban, dengan memberikan pendampingan agar kondisi mental dan emosionalnya dapat pulih.

Polres Tasikmalaya Kota mengimbau masyarakat dan lingkungan sekolah untuk menjaga ketenangan serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hal ini dilakukan demi menghormati proses hukum yang sedang berjalan sekaligus melindungi privasi korban maupun pihak-pihak terkait. Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara bertahap kepada publik.

Penulis : Chandra Foetra S

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Proyek Gedung Dukcapil Syarat Penyimpangan: Kepala Bidang Bangunan DPUTRLH Tasikmalaya Diduga Menghindar dari Media
Rencana Aksi Aliansi Cineam-Karangjaya ke Polres Tasikmalaya Kota Dibatalkan Demi Kondusifitas
Kondusifitas Wilayah Cineam-Karangjaya Memanas, Ratusan Masa Berencna Akan Gelar Aksi di Polres Tasikmalaya Kota
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WITA

Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:33 WITA

PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA