Silaturahmi Kelompok Tani Talas Beneng Jadi Harapan Baru Petani Cigombong

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline — Penanaman perdana talas beneng oleh Kelompok Tani Talas Beneng resmi dilakukan di Kampung Loji Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menandai langkah awal pengembangan komoditas talas beneng yang digadang-gadang mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus alternatif bahan baku industri, termasuk sebagai substitusi tembakau non-nikotin.(24/4/25)

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Diah Susilo Kartini, Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI), Kementerian Pertanian RI. Dalam sambutannya, Diah menegaskan bahwa pengembangan talas beneng ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memanfaatkan potensi tanaman lokal yang selama ini belum optimal.

“Hari ini kita melakukan tanam perdana talas beneng untuk program pengembangan di Cigombong, Cijeruk, dan Caringin. Tanaman ini luar biasa, karena semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Daunnya bisa digunakan sebagai bahan dasar rokok non-nikotin dan non-cukai, batangnya bisa diambil seratnya untuk tekstil dan furniture, bahkan bonggolnya bisa dijadikan tepung bebas gluten,” jelas Diah.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk saat ini, fokus kami pada pemanfaatan daunnya yang bisa dipanen setiap tiga bulan. Ini sangat cocok untuk menggantikan tembakau karena tidak mengandung nikotin dan tidak terkena cukai, sehingga bisa menekan harga rokok dan membuka pasar baru, termasuk luar negeri. Kami ingin membuktikan bahwa tanaman sederhana seperti talas beneng punya potensi ekonomi luar biasa,” tambahnya.

Ia juga menyoroti efisiensi budidaya talas beneng yang hanya membutuhkan sedikit perawatan dan bisa tumbuh dengan pupuk kandang, membuatnya ramah lingkungan dan murah dari sisi produksi.

Sementara itu, Dede Sopyandi, Ketua Tim Pupuk dan Pestisida dari Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Bogor mendukung penuh langkah kelompok tani dan pemerintah pusat untuk menjadikan talas beneng sebagai komoditas unggulan.

“Alhamdulillah, petani kita sudah terbiasa bertani dengan sistem tumpang sari, jadi tidak sulit menerima tanaman baru seperti talas beneng. Apalagi tahun 2025 ini ada bantuan langsung dari Direktorat AKABI. Para petani senang dan kami dari dinas tentu mendukung penuh budidayanya,” kata Dede.

“Harapan kami, dengan adanya talas beneng, petani bisa menjual daunnya, batangnya, bahkan umbinya. Semuanya bisa menghasilkan uang. Tanaman ini juga bisa tumbuh berdampingan dengan tanaman lain, jadi tidak mengganggu sumber penghasilan yang sudah ada,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemkab Bogor untuk memberikan bantuan berupa pupuk organik cair guna mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan budidaya talas beneng.

Andriansyah selaku Koordinator lapangan dan penggerak kelompok tani, yang juga menjadi tokoh penting dalam perwujudan program ini, menjelaskan bahwa perjuangan membawa program ini ke Cigombong telah dimulai sejak satu tahun lalu.

“Kami sangat bersyukur hari ini benih talas beneng sudah bisa turun di Cigombong. Ini bukan sekadar program tanam, tapi langkah awal untuk menciptakan peluang ekonomi nyata. Hari ini kami lakukan penanaman serentak secara simbolis, mudah-mudahan Cigombong bisa jadi pionir pengembangan talas beneng,” ujarnya.

“Kita mulai dari pengolahan daun dulu, kita rajang, jemur, lalu jual. Sudah ada permintaan dari luar Bogor seperti Jawa Timur, Semarang, Lumajang, bahkan dari luar negeri seperti Australia, Polandia, dan Amerika. Kita belum produksi besar, tapi sudah banyak yang menanti,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa produk talas beneng yang diolah dari bonggolnya juga memiliki potensi pasar yang besar. Bonggol tersebut bisa dijadikan tepung pengganti terigu yang bebas gluten dan lebih sehat.

“Saya sebagai peng organisir petani hanya ingin petani kita punya pendapatan tambahan dari tumpang sari ini. Kalau nanti kita bisa ekspor, petani kita akan jauh lebih sejahtera. Ini bukan wacana, ini sudah mulai terbukti,” ujarnya lagi.

“Kami juga sadar pentingnya proses yang higienis, jadi kami akan pastikan setiap proses produksi daun dan umbi talas beneng mengikuti standar. Harapan kami, ini bisa jadi komoditas unggulan baru dari Bogor yang mengangkat nama petani lokal.”

Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian, DPR RI Adian Napitupulu, dan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor, program pengembangan talas beneng diharapkan menjadi solusi nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani, sekaligus menghadirkan produk agribisnis ramah lingkungan yang kompetitif di pasar lokal dan global.

 

Reporter : WA

Berita Terkait

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda
Ribuan Santri Padati Kirab HSN 2026 di Tasikmalaya, Pemkab Luncurkan Program Wakaf Produktif Rp16 Miliar
Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta
Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota
Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota
PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang
Proyek Gedung Dukcapil Syarat Penyimpangan: Kepala Bidang Bangunan DPUTRLH Tasikmalaya Diduga Menghindar dari Media
Rencana Aksi Aliansi Cineam-Karangjaya ke Polres Tasikmalaya Kota Dibatalkan Demi Kondusifitas
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Pemkab Tasikmalaya Alokasikan Rp29,1 Miliar Dari APBD 2026 untuk Tiga Proyek Jalan dan Jembatan Penghubung SOR Mangunreja ke Komplek Pemda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:20 WITA

Kabid Bangunan DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Buka Suara Usai Diseret Kasus Dugaan Penipuan Dengan Modus SPK Bodong Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Rp400 Juta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:56 WITA

Janjikan Proyek Revitalisasi di Dua Sekolah Gunakan SPK Bodong dan Sebut Nama Kabid DPUTRLH dan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Seorang Pengusaha Ditipu 400 Juta Laporan Ke Polres Tasikmalaya Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Dugaan Jual Beli Proyek Rehabilitasi Sekolah: Kabid PJK DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Terseret Dipanggil Penyidik Polres Tasikmalaya Kota

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:33 WITA

PD BPR Artha Sukapura Dorong Budaya Menabung Lewat Program Tabungan Sukapura Plus, Undian Periode 2026 Akan Dilaksanakan di HUT ke-16 Pada Februari 2027 Mendatang

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Tasik Caang Menyasar Cigalontang, Dishubkominfo Tambah PJU di Desa Sirnaraja

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:19 WITA