Newsline.id – Bogor, Jawa Barat,- Belum genap sebulan sejak polemik pemasangan box culvert di proyek rekonstruksi Jalan Bohlam–Ciburayut mencuat, kondisi jalur tersebut kembali memunculkan persoalan baru. Box culvert yang sebelumnya,kini telah ditutup dengan lantai kerja (LC) sebelum pengerjaan betonisasi , kini mengalami kebocoran. Air dari saluran kembali naik ke permukaan jalan, menandakan adanya masalah serius pada konstruksi yang belum terselesaikan.
Pantauan Jabar.newsline.id di lokasi, air tampak Keluar di atas permukaan LC, tepat di area pemasangan box culvert. Kebocoran ini mengindikasikan adanya kegagalan fungsi saluran atau ketidaksempurnaan dalam proses pemasangan yang dilakukan beberapa waktu lalu—di tengah kritik mengenai tidak adanya pemadatan tanah dasar sebelum pemasangan dan sambungan yang renggang serta terlihat miring.
Badri, selaku mandor proyek, membenarkan adanya kebocoran tersebut. Saat dimintai keterangan, ia memilih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak teknis PUPR maupun konsultan pengawas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Entar, pengen tau dari orang teknis PUPR dan konsultan gimana tanggapan. Dari perencanaan awal ini penyakit utamanya,” ujar Badri saat dikonfirmasi di lokasi pekerjaan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan yang muncul bukan hanya pada tahap pelaksanaan, namun juga diduga berkaitan dengan perencanaan awal yang kurang matang.
Selain kebocoran, tim media juga menemukan dampak lanjutan di area sekitar box culvert. Pagar masjid ambruk pada jumat malam (14/11/25). Hasil pantauan awak media diduga hal itu akibat erosi tanah di sekitar galian yang tidak tertangani dengan baik.

Retakan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pemasangan box culvert tidak mengikuti gambar kerja dan prosedur teknis, terutama dalam hal pemadatan dan pemerataan tanah dasar. Jika benar demikian, maka struktur di sekelilingnya rentan mengalami pergeseran dan penurunan.
Di tengah polemik ini, mundurnya pelaksana lapangan sebelumnya semakin menambah tanda tanya besar mengenai kondisi manajerial proyek.
Ketika disinggung soal alasan mundurnya pelaksana tersebut, Badri memberikan pernyataan singkat namun bernada sindiran:
“Mentalnya lom stabil. Bosnya kudu rinci dan detail kalau pengajuan, pikeselen judulna mah,” tulis badri melalui pesan WhatsApp
Ungkapan tersebut menggambarkan dugaan adanya tekanan internal serta ketidaksinkronan antara tim pelaksana dan pihak manajemen atau pemberi kerja.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PUPR Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan resmi atas kebocoran yang kembali terjadi. Padahal, keluhan mengenai posisi box culvert yang miring tanda pemadatan yang tidak ditemukan, serta sambungan nya renggang.
Jabar.newsline.id akan terus mengikuti perkembangan di lapangan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak PUPR.
Penulis : Wandi Azis
Editor : Chandra F Simatupang









