EV Boom: Apakah Indonesia Siap dengan Infrastruktur Mobil Listrik?

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id — Ledakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terjadi secara global. Negara-negara maju mulai mengurangi ketergantungan pada mobil bermesin bensin dan diesel. Produsen otomotif besar seperti Tesla, Hyundai, dan BYD memimpin pasar dengan ragam mobil listrik yang makin terjangkau dan canggih. Namun, pertanyaan penting untuk Indonesia: apakah kita benar-benar siap menghadapi lonjakan kendaraan listrik dari sisi infrastruktur?

Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren meningkat sejak 2022. Merek seperti Hyundai Ioniq 5, Wuling Air EV, hingga pendatang baru seperti Neta V mulai menarik perhatian konsumen, terutama di kota-kota besar. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa insentif pajak, subsidi, dan kebijakan bebas ganjil-genap di beberapa wilayah. Tapi, pertumbuhan ini masih jauh dari kata “masif” bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand atau Singapura.

Tantangan terbesar dalam adopsi EV di Indonesia adalah ketersediaan charging station (SPKLU). Saat ini, stasiun pengisian daya publik masih terkonsentrasi di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Sementara di kota-kota kecil atau jalur antarprovinsi, pengisian baterai masih menjadi tantangan logistik. Tanpa jaringan yang merata dan andal, banyak calon pengguna enggan beralih ke mobil listrik karena khawatir soal jarak tempuh dan kemudahan pengisian.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah melalui PLN, Pertamina, dan Kementerian ESDM telah meluncurkan beberapa program percepatan pembangunan SPKLU. Target 32.000 SPKLU pada 2030 sudah dicanangkan, namun realisasi di lapangan masih jauh dari target. Pemerintah juga mendorong pengembangan home charging dan standar teknis infrastruktur EV, tetapi adopsinya masih terbatas pada kelas menengah ke atas yang mampu memasang perangkat di rumah pribadi.

Selain infrastruktur fisik, kesiapan Indonesia juga tergantung pada pasokan listrik yang stabil, sistem kelistrikan daerah, dan kesiapan sumber daya manusia (mekanik, teknisi, hingga pengelola charging point). Sementara itu, pengembangan ekosistem baterai dan daur ulang limbah EV juga masih dalam tahap awal. Tanpa ekosistem pendukung yang kuat, perkembangan EV akan berjalan lambat dan hanya menjadi tren terbatas.

Meski belum sepenuhnya siap, ada sinyal positif. Investasi asing seperti Hyundai, LG, dan CATL di bidang baterai dan manufaktur EV menunjukkan Indonesia punya potensi besar. Beberapa startup lokal pun mulai masuk ke sektor layanan pengisian daya, konversi motor listrik, hingga penyewaan baterai. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan keterlibatan swasta, infrastruktur EV di Indonesia bisa tumbuh lebih cepat dalam 5–10 tahun ke depan.

EV boom sudah di depan mata, dan Indonesia tak bisa tinggal diam. Namun, kesiapan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar. Langkah awal sudah ada, tapi tantangannya kompleks: dari persebaran SPKLU, kesiapan listrik nasional, hingga edukasi publik. Jika ingin menjadi pemain besar di pasar kendaraan listrik, Indonesia harus berlari lebih cepat—bukan hanya menjual mobilnya, tapi membangun ekosistemnya secara utuh. (*****)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Selasa, 8 September 2026 - 15:49 WITA

KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Buruh Tasikmalaya Bersuara, Putusan MK Diminta Tak Berhenti di Daerah

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:16 WITA

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA