Menbud Fadli Zon Tinjau Cagar Budaya di Kota Tua dan Angke, Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah

Minggu, 17 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, newsline.id — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah bangunan cagar budaya yang berada di Kawasan Kota Tua dan Angke, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Fadli didampingi oleh Ketua Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya, Hasjim Djojohadikusumo, serta Pendiri Yayasan Arsip Nasional yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas Museum dan Cagar Budaya, Tamalia Alisjahbana. Turut hadir pula para pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan, antara lain Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Abi Kusno, dan Direktur Eksekutif BLU Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin.

Menelusuri Warisan Arsitektur Bernilai Sejarah

Rombongan mengawali peninjauan dengan mengunjungi sejumlah bangunan bersejarah, di antaranya Toko Merah, Rumah Baron Von Wurmb (Gedung Singa Kuning), Bangunan Ex-Chartered Bank, dan Gudang Timur VOC. Menteri Fadli mengapresiasi para pemilik bangunan, baik perorangan maupun perusahaan, yang telah menjaga kelestarian situs-situs ini.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bangunan-bangunan ini menunjukkan keberagaman gaya arsitektur yang luar biasa, mulai dari gaya Barok tahun 1730, hingga Art Deco tahun 1920-an, yang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban di Batavia,” ujar Fadli.

Ia mencontohkan Toko Merah, yang dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Bangunan ini sempat digunakan sebagai kantor Bank voor Indie pada 1920–1940, dinasionalisasi setelah kemerdekaan, dan kini beralih fungsi menjadi kafe.

Sementara itu, Rumah Baron Freidrich von Wurmb, tokoh Jerman pendiri Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, dikenal sebagai Gedung Singa Kuning karena keberadaan dua patung singa emas di pintu masuknya.

Masjid Jami Angke, Bukti Akulturasi Budaya

Selepas dari Kota Tua, Menbud dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Masjid Jami Angke (Masjid Al-Anwar), salah satu masjid tertua di Jakarta yang didirikan pada tahun 1761 Masehi. Di kompleks masjid ini terdapat makam tokoh-tokoh ulama dari berbagai suku dan ras, antara lain Syarif Al-Qadri dan Tubagus Angke, yang mencerminkan akulturasi budaya yang kuat di masa lalu.

“Ini menunjukkan bahwa pada masa lalu, masyarakat sudah hidup dalam keberagaman yang harmonis. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga cerminan sejarah dan nilai-nilai toleransi yang patut kita jaga,” kata Fadli.

Komitmen Pelestarian dan Pemanfaatan Cagar Budaya

Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam perumusan strategi pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan. Menteri Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk melestarikan warisan sejarah Indonesia melalui pendekatan kolaboratif.

“Pelestarian cagar budaya membutuhkan kerja sama semua pihak—pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat umum. Dengan membangun ekosistem pelestarian yang kuat, kita bisa memastikan bahwa budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (***)

Sumber : Kementerian Kebudayaan

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!
RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional
KSO Hemodialisa RSUD KHZ Musthafa–PT SRU Disorot, Persoalan Investasi dan Target Pelayanan Jadi Temuan, Kadinkes dan Kabag TU RSUD Bungkam!!!
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis
Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026
PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas
APDESI Tasikmalaya Akui Tak Pernah Terima Undangan Audiensi Dari DPRD Terkait Proyek KDMP yang Dipertanyakan PWRI
PWRI Kabupaten Tasikmalaya Soroti Proyek KDMP yang Diduga Langgar Sejumlah Regulasi, Audiensi Bersama DPRD Tanpa Dihadiri Bupati, Kajari dan APDESI Dinilai Abaikan Tranparansi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:18 WITA

Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Becak Listrik di Beberapa Pemerintah Kabupaten Kota yang Ada di Jawa Barat Secara Serentak, Berikut Daftarnya!!!

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WITA

RSUD KHZ Musthafa – KSO Hemodialisa Sarat Masalah, Jawaban Kabag TU Dinilai Tidak Profesional

Sabtu, 5 September 2026 - 09:06 WITA

RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Perkuat Peran sebagai Wahana Pendidikan Klinis

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:50 WITA

Kepala Diskopukmindag Kabupaten Tasikmalaya Raih Koperasi Awards 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WITA

PWRI Gelar Audiensi Bersama DPRD, Kasdim 0612 Tasikmalaya Sebut KPA Proyek KDMP Adalah PT Agrinas

Berita Terbaru

Kabupaten Tasikmalaya

Pendamping PKH Padakembang Meninggal, Ahli Waris Terima Santunan Rp25 Juta

Rabu, 9 Sep 2026 - 21:14 WITA