TASIKMALAYA, newsline.id – Polemik penerbitan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) di Kabupaten Tasikmalaya makin panas. Mahasiswa dan aktivis lingkungan menuding lemahnya pengawasan dokumen legal ini bisa bikin program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersandung di dapur.
M. Maulid, mahasiswa asal Cipasung, menyorot dapur MBG yang nekat beroperasi tanpa PBG dan SLF.
“Program MBG itu bagus, tapi kalau dijalankan oleh orang yang salah, hasilnya bukan bergizi, malah bikin kacau,” tegasnya, Minggu (17/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan di Lapangan
- Limbah mencemari: Pembuangan tidak sesuai aturan, bikin lingkungan tercemar.
- Jual beli minyak bekas: Praktik marak, ancam kesehatan.
- Harga sembako naik: Pasokan tak seimbang, rakyat jadi korban.
- Keracunan siswa: Diduga akibat dapur tak standar.
Maulid menegaskan, mahasiswa tidak akan diam. “Kami bukan anti MBG, tapi anti kalau program ini dijadikan ladang bisnis orang-orang yang sudah hilang akal sehat. Hukum bisa tidur, tapi hukum tidak pernah mati. Ini bukan soal siapa yang untung, tapi soal suara rakyat,” ujarnya lantang.
Senada dengan itu, Shopian Nursyamsi, Ketua FMPL (Forum Masyarakat Peduli Lingkungan) Tasik Raya, justru memberi dukungan penuh.
Menurutnya, MBG adalah strategi pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Program ini berlandaskan Perpres No. 83 Tahun 2024 dan dikelola oleh Badan Gizi Nasional.
FMPL menekankan, keberhasilan MBG bergantung pada kepatuhan dapur mitra terhadap regulasi, seperti kepemilikan SLHS, sertifikat halal, serta instalasi pengolahan limbah sesuai aturan Permen LHK dan Permen PUPR.
Program MBG diyakini sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas Indonesia. Tapi, tanpa kepatuhan regulasi, pengawasan sanitasi, dan komitmen memberdayakan UMKM serta petani lokal, dapur MBG bisa berubah dari “dapur bergizi” jadi “dapur berisiko”.
Informasi yang dihimpun menunjukkan, dari ratusan dapur MBG di Kabupaten Tasikmalaya, hanya sebagian kecil yang sudah memiliki sertifikasi lengkap.
Penulis : Ade-YR
Editor : TimNewsline/Red









